Hal Penting Diperhatikan Saat Memilih Pelumas Kendaraan

Hal Penting Diperhatikan saat Memilih Pelumas Kendaraan Hal Penting Dalam Memilih Pelumas Yang Baik Untuk Kendaraan (kabarOto)

KabarOto.com - Hal penting penting yang harus dipahami pengguna kendaraan saat memilih pelumas yang baik, yakni mengerti dan memahami fungsi pelumas itu sendiri. Terdapat beberapa fungsi pelumas dalam setiap kemasannya untuk kendaraan Anda.

Baca Juga: Maspi Berikan Edukasi Soal Pelumas

Fungsi pertama sebagai pelicin atau pelumas untuk menjaga gesekan yang terjadi pada bagian mesin. Kedua, sebagai protection atau pelapis bagian permukaan mesin.

Tak kalah pentingnya, yakni fungsi ketiga, yakni sebagai pendingin bagian mesin akibat gesekan. Keempat, membersihkan bagian mesin akibat gesekan (menghilangkan gram karena gesekan yang terjadi di sela-sela bagian mesin yang terkecil), serta fungsi kelima, membantu meringankan saat pemindahan tenaga (persneling).

“Mesin yang terawat dengan baik biasanya menggunakan pelumas yang baik dan tepat. Jadi, jangan salah memilih pelumas karena akan berakibat fatal bagi kendaraan. Perhatikan juga takaran dan addictive yang terdapat pada pelumas yang digunakan. Apakah sesuai karakter mesin yang digunakan," Kata Ketua Umum MASPI/Direktur BPPT Barman Tambunan.

kabarOto

Sebelum menentukan oli mana yang cocok, setidaknya kita harus mengerti istilah-istilah yang disertakan dalam spesifikasi oli yang tertera dalam kemasan oli tersebut, di antaranya terdapat API Service. Lalu, apa itu API service?

API Service ( American Petroleum Institute )
API service merupakan Institusi Amerika yang menetapkan “grading” atau kemampuan sampai mana oli bisa bertahan, singkat-nya API service menunjukkan kualitas daripada oli itu sendiri.

API service dikhususkan berdasarkan sistem kerja mesin, pembedanya diwakili dengan tanda abjad. API service yang tertera, seperti api service dengan awalan (S) yang dikususkan untuk mesin bensin, dan api service dengan awalan (C) untuk mesin diesel.

API Service – S
Dalam klasifikasi (S) yang diperuntukkan bagi mesin bensin ini meliputi kontrol deposit, oil oxidation, wear, rust and corrosion. Huruf (S) di depan menunjukkan tingkatan oli, seperti klasifikasi oli SH, SJ, SL dan SM. Semakin mendekat ke (Z) bisa dikatakan semakin tinggi pula kualitas oli tersebut.

Untuk klasifikasi huruf SH, SJ dan lain sebagainya tersebut bukan tanpa arti, tingkatan oli berdasarkan tingkatan huruf abjad yang ada di pasaran.

SH : untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1994
Klasifikasi ini direkomendasikan untuk mesin kendaraan bensin yang dibuat tahun 1994 (tahun teknologi mesin) pelumas dalam kategori ini melebihi persyaratan kinerja dari API Service (SG) sehingga dapat digunakan pada mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk menggunakan pelumas API Service (SG) ataupun kategori di bawahnya.

SJ : untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1996
Direkomendasikan untuk kendaraan bensin dengan teknologi tahun 1996, namun kenyataannya kendaraan kendaraan lansiran tahun 2006 juga masih menggunakan oli (SJ) ini.

SL : untuk Gasoline Engine Maintenance Service 2001
Direkomendasikan dengan tugas khusus untuk mesin kendaraan bensin yang menggunakan teknologi mesin tahun 2001. Pelumas yang memenuhi persyaratan API Service (SL) dapat dipergunakan di mana API Service (SL) dan kategori di bawahnya direkomendasikan oleh pabrikan mesin.

SM : yang satu ini dibuat untuk semua karakter mesin yang digunakan pabrikan sampai saat ini, di mana oli jenis ini bisa dipakai pada mesin bensin yang pelumasannya memakai tingkatan di bawahnya (SM), seperti (SL), (SJ) dan (SH).

API Sercice – C
Sistem klasifikasi ini hanya ada 4 kategori yang masih digunakan pabrikan dewasa ini yaitu CF, CG, CH dan CI. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing klasifikasi:

CF : Untuk mesin diesel injeksi tak langsung, klasifikasi ini dibagi menjadi dua…ada CF2 dan ada juga CF4. API Service CF2 untuk mesin 2 langkah, dan API Service CF4 untuk mesin diesel 4 langkah.

CG4 : Merupakan pelumas rekomendasi mesin diesel 4 langkah tugas berat dengan kecepatan tinggi, pelumasan dengan spesifikasi CG4 ini bisa juga dipakai pada mesin dengan pelumasan API Service CF4.

CH4 : Pelumas yang direkomendasikan untuk mesin diesel 4 langkah kecepatan tinggi dengan tujuan standar emisi yang ada. Pelumas ini bisa dipakai pada mesin pengguna API Service CF4 atau CG4.

CI4 : Pelumasan ini digunakan pada mesin diesel tugas berat, pelumas ini memiliki tingkat kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan kategori di bawahnya seperti CH4, CG4 dan CF4.

Mesin bensin dan diesel punya kode API yang berbeda. Pada mesin bensin kodenya dimulai dengan huruf “S”, sedangkan diesel “C”. Biasanya pada mesin bensin, kode oli yang tertera SA, SB, SC, SD, SE, atau SF. Semakin besar menurut abjad huruf kedua berarti digunakan untuk mesin yang bekerja lebih berat (modern).

Klasifikasi API untuk mesin bensin:
SA = Minyak murni tanpa bahan tambahan (aditif).
SB = Digunakan untuk mesin operasi ringan yang sedikit anti oxidant.
SC = Oli yang mengandung detergen, dispersant, anti oxidant.
SD = Digunakan untuk mesin beroperasi dengan temperatur tinggi, mengandung resisting agent, anti-oxidant.
SE = Digunakan untuk mesin beroperasi sedang mengandung resisting agent dan anti-oxidant yang lebih banyak.
SF = Tingkat aliran tinggi dengan pemakaisn daya tahan (resistance) tinggi.

Klasifikasi API untuk mesin diesel:
CA =Digunakan untuk mesin diesel operasi ringan.
CB = Digunakan untuk mesin diesel operasi sedang.
CC = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan operasi temperatur sedang.
CD = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan kandungan sulfur sedikit.

Saat ini sudah banyak produsen oli yang membuat oli dengan “kode ganda”, yang artinya bisa digunakan untuk mesin bensin dan diesel.

Masih terdapat penjelasan mengenai standar kekentalan yang hubungannya dengan SAE (Society of Automotive Engineering).

SAE adalah badan internasional yang indeks kekentalannya digunakan untuk internasional. Untuk oli mesin kendaraan pada umumnya, angka indeks kekentalan itu biasanya diikuti huruf W (winter/musim dingin) yang berarti penggunaan sampai – 20 °C. Misalnya, SAE 5 W, SAE 10 W, atau SAE 20 W.

Oli tidak hanya harus siap saat dinyalakan pada waktu suhu dingin, tetapi juga wajib optimal saat mesin bekerja. Maka dari itu, oli yang biasa digunakan yaitu multigrade, artinya kekentalan menyesuaikan pada rentang temperatur tertentu. Penandaan ini diikuti angka indeks setelah huruf W, misalnya SAE 5 W-20, SAE 10 W–40, atau SAE 20 W–40.

Dan saat ini di Indonesia sudah memiliki organisasi dimana para penggiat otomotif dapat mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan seputar dunia pelumas dan bahan bakar, bernama Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI).

MASPI dibentuk oleh profesional di bidang pelumas, seperti dari lembaga peneliti, perguruan tinggi, industri otomotif, industri pelumas dan lainnya.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan peranan pelumas dan cara pelumasan yang benar, serta menjadi rujukan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai pelumas dan pelumasan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

*Diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait

Berita Terkait