Hebat, Daihatsu Anggap 4 Mobil Ini Masih Beri Kontribusi Tinggi Saat Pandemik

Hebat, Daihatsu Anggap 4 Mobil ini Masih Beri Kontribusi Tinggi saat Pandemik

KabarOto.com - Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah sejak Maret 2020 telah menggerogoti perekonomian negara. Hal ini dirasakan berbagai sektor, kini semua pihak terus memutar otak agar bisa bertahan di tengah pandemik yang entah sampai kapan.

Industri otomotif ikut merasakan dampaknya. Daya beli masyarakat menurun berbanding dengan tahun sebelumnya. Menurut data yang disajikan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat konferensi virtual, secara umum pasar otomotif menurun 40 persen.

Baca Juga: Pangkas Biaya, Daihatsu Tak Perpanjang Ribuan Kontrak Karyawan

Walau begitu, ADM terus mendorong produknya untuk menarik hati konsumennya. Dari belasan lini kendaraan yang dimiliki Daihatsu, terdapat empat kendaraan mewakili masing-masing segmen terus didorong penjualannya. Tak serta merta, produk yang didorong melihat dari minat pasar.

"Kami akan mendorong ke tipe yang paling diminati oleh konsumen kami, dilihat dari sisi kontribusinya," ujar Hendrayadi Lastiyoso, selaku Head of Marketing and CR Division PT ADM.

Pertama adalah Daihatsu Sigra yang memberi kontribusi tertinggi dalam penjualan ADM, yaitu 28,8 persen. Saat pandemik jumlah kendaraan yang terjual yaitu 1.346 unit pada April 2020 dan 978 unit pada Mei 2020.

Baca Juga: Kendala SDM, Daihatsu Tetap Lakukan Produksi Juli 2020

Kendaraan kedua yaitu Daihatsu Terios yang berkontribusi sebesar 16 persen. Penjualannya April 2020 sebesar 891 unit, sementara Mei 2020 sebanyak 987 unit.

Berikutnya yaitu Daihatsu Ayla yang berkontribusi sebesar 12,5 persen. LCGC hatchback Daihatsu ini mampu menorehkan penjualan sebanyak 728 unit pada April 2020 dan 656 unit saat Mei 2020.

Terakhir yaitu Daihatsu Xenia dengan kontribusi 11 persen, selama dua bulan terakhir Low MPV ini berhasil terjual 519 unit pada April 2020 dan 235 unit pada Mei 2020.

"Segmen inilah yang sedang kami sasar, melihat daya beli masyarakat terkait kebutuhan dan kemampuan di tengah pandemik di mana kredit sedang cukup ketat," tambahnya.