Heboh Wacana Motor Masuk Tol, Amankah?

Heboh Wacana Motor Masuk Tol, Amankah? Pro kontra wacana motor akan masuk tol

KabarOto - Beberapa waktu lalu masyarakat sempat diramaikan dengan adanya wacana tol untuk kendaraan roda dua, pro dan kontra terjadi di masyarakat. Bamsoet mengatakan bahwa tol yang terpisah antara mobil dan motor di Indonesia sekiranya sudah ada dua yang terealisasikan, tol jembatan Suramadu dan jalan tol Bali.

Baca Juga: Ketua DPR Usul Ada Jalan Tol Khusus Motor

Beberapa komunitas motor maupun mobil menanggapi adanya wacana tol untuk motor ini bahwa di Indonesia masih belum mampu. Pasalnya masyarakat Indonesia masih belum bisa untuk peduli dengan keselamatan dalam berkendara.

Jangan salah, keselamatan berkendara tidak hanya kecepatannya saja lho. Pemilihan jaket serta helm juga mempengaruhi keselamatan. Endy JP selaku ketua komunitas BoMers (Bogor Max Owners) menyatakan, "Jalan tol di Indonesia, ambillah contoh tol Suramadu. Disitu aja berantakan, safety-nya nggak ada, ngeri. Orang jalan pakai helm biasa dan jaket tipis, yang penting ada SIM, jalan aja."

Baca Juga: Ini Tanggapan Honda Soal Motor Masuk Tol

Hampir sama dengan Endy, Oche dari komunitas XMOC menyatakan bahwa tol akan kehilangan konsep jalan bebas hambatan apabila motor masuk tol. Dari segi keamanan Oche juga merasa keamanan adalah hal penting yang harus dijadikan acuan.

"Nggak usah jauh-jauh, contohnya flyover itu kan anginnya kencang, jadi dari segi keamanan kurang aman lah ya. Saya juga pernah ke Suramadu itu kan anginnya kencang sekali, tetapi kalau disana kan memang nggak ada jalan lain ya jadi bermanfaat untuk mobil dan motor. Tapi kalau di kota besar seperti Jakarta atau Bandung sepertinya masih belum ya, karena nantinya akan ada kesenjangan sosial," ujar Oche.

Attitude berkendara masyarakatnya juga masih dirasa belum mampu untuk berkendara di jalan tol. Karena keselamatan yang harus dijaga tidak hanya diri sendiri, tetapi pengendara lainnya. Resiko yang ditanggung akan lebih besar apabila mobil dan motor bergabung di jalan tol.

tol motor

"Jika tol yang ada sekarang ini ditambah lajur sepeda motor sisi kiri atau kanannya, rasanya beresiko tinggi karena untuk mobilnya itu sendiri masih sering terjadi kecelakaan tunggal kendaraan oleng ke kiri karena ngantuk. Tentunya akan mengancam jiwa pengedara sepeda motor yang ada dilajur paling kiri," ungkap Bambang dari komunitas Velozity.

Adapun masukan yang diterima Ketua MPR Zulkifli Hasan bahwa motor yang masuk tol ada motor besar. Menurut beberapa pihak akan ada kesenjangan sosial apabila peraturan ini diberlakukan. Oche menambahkan, "Kalau ada tol motor dengan kapasitas mesin tertentu juga nantinya akan ada kesenjangan sosial, akan ada gep lah."

"Kalau dibikin tol sih bisa saja, habisin anggaran bisa saja. Tapi orang kita masyarakatnya sudah siap atau belum? Kecuali kalau mau dibatasi 250 cc keatas dengan catatan ada helm fullface, tapi nanti dibilangnya pilih kasih," tutup Endy.

Nah, gimana nih menurut sobat KabarOto, Indonesia sudah perlu dan mampukah dengan adanya wacana tol untuk motor atau motor masuk tol ini?