Honda Brio Juga Terdampak Krisis Chip Semikonduktor

Honda Brio juga Terdampak Krisis Chip Semikonduktor Modifikasi HondaBrio (Foto: Sigit/KabarOto.com)

KabarOto.com – Masa pandemi Covid-19 memasuki tahun ketiga. Hampir semua industri, termasuk otomotif terdampak, sehingga mengalami penurunan penjualan dan kapasitas produksi.

Beruntung, tahun 2021 industri otomotif mulai bangkit dengan adanya kebijakaan PPnBM dari pemerintah yang mendongkrak penjualan mobil nasional. Namun, jumlah permintaan dari konsumen yang mulai tumbuh tidak dibarengi jumlah produksi yang terkendala pembatasan pergerakan dan krisis chip semikonduktor.

Baca juga: Model Baru Honda BR-V Catat Penjualan Positif

PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Honda di Indonesia sangat merasakan dampak dari krisis chip semikonduktor secara nasional maupun global.

“Chip semikonduktor sudah digunakan untuk produksi mobil kami, mulai dari Honda Brio hingga CR-V. Pada umumnya, semakin canggihnya mobil, akan lebih banyak menggunakan chip semikonduktor,” ungkap PR & Digital Manager Honda Prospect Motor (HPM), Yulian Karfili, Selas (15/2).

Akibat krisis chip semikonduktor, penjualan Honda Rio pun mengalami penurunaan. Sebab, jumlah permintaan yang tinggi tidak bisa dipenuhi karena produksi di pabrik terganggu.

Baca juga: All New Honda BR-V Prestige Dengan Fitur Honda Sensing Inden 3 Bulan

“Untuk mengatasi masalah tersebut, kami memproduksi Honda Brio di dua pabrik di Karawang untuk bisa memenuhi jumlah permintaan konsumen,” ungkap Yulian.

Sebagai informasi, Honda mencatatkan penjualan sebesar 7.727 unit di sepanjang bulan Januari 2022, dengan Honda Brio dan Honda BR-V memberikan kontribusi tertinggi untuk penjualan Honda.

Sepanjang bulan Januari 2022, Honda Brio berhasil membukukan total penjualan 3.993 unit, dengan Honda Brio Satya sebesar 3.020 unit dan Honda Brio RS sebesar 973.