Honda Tak Anggap Pabrikan Tiongkok Sebagai Rival Di Tanah Air

Honda Tak Anggap Pabrikan Tiongkok Sebagai Rival di Tanah Air Gril Honda Mobilio (Deni/KO)

KabarOto.com - Geliat pabrikan asal Tiongkok di industri otomotif Tanah Air dua tahun terakhir memang patut diperhitungkan. Bagaimana tidak, baik DFSK maupun Wuling melakukan penetrasi pasar di segmen 'gemuk' yakni Multi Purpose Vehicle (MPV) dan juga Sport Utility Vehicle (SUV). Terlebih untuk Wuling yang siap bersaing di segmen keduanya.

Berbekal produk dengan fitur lengkap dengan harga yang cenderung lebih murah dari pabrikan Jepang, otomatis jajaran produk mereka mampu diserap pasar dengan sangat baik. Wuling mencatatkan penjualan sebanyak 17.002 unit sepanjang tahun 2018.

Melihat pencapaian itu, Honda Indonesia pun angkat bicara, dan menganggap bahwa jajaran produk mereka tidak bersaing dengan mobil China.

Baca juga: LCGC Andalan Honda Indonesia Mulai Lirik Pasar Ekspor

Jonfis Fandy selaku Marketing & After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, "Kalau saingan ya tidak. Kalau merek China (Wuling) menurut kami memiliki market-nya sendiri. Karena masih baru, tentunya tantangannya masih sangatlah besar seperti purna jual, biaya servis, resale value, dan masih banyak lagi," jelasnya saat ditemui KabarOto di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Menurut Jonfis, yang paling penting adalah ketika mobil bisa dibeli sekarang, jika dijual kembali itu bagaimana. "Dari situ nilai mobil-mobil yang 'benar', yang sudah ada saat ini bisa terlihat. Kecuali dia punya line-up yang panjang, continue, itu baru beda," jelasnya.

Jika berangkat dari harga jual kembali pabrikan mobil Tiongkok memang bisa dibilang 'terjun bebas'. Karena mengingat harga jual mobil China yang cenderung lebih murah, alhasil harga jual kembalinya pun akan merosot tajam.

Nah.. jika mobil Cina di tukar tambah dengan mobil Jepang pun dipastikan bahwa masyarakat akan merogoh kocek yang dalam. "Jika ditukar tambah itu larinya kemana? Mungkin saja ke merek China lagi. Kalau belinya sekarang Rp 160 juta, ketika dijual ya berapa. Saat pindah ke mobil jepang, otomatis akan nombok banyak. Justru merugikan masyarakat," kata Jonfis.

Meski begitu, produk otomotif asal Cina saat ini patut untuk diperhitungkan para pabrikan otomotif lainnya. Mengingat mobil yang ditawarkan saat ini sudah mampu bersaing di industri otomotif Tanah Air. Untuk fitur dan juga kenyamanan pun bisa dibilang tak kalah baiknya dengan pabrikan otomotif Jepang.