Honda Targetkan Market Share Tercapai Setiap Bulan

Honda Targetkan Market Share Tercapai Setiap Bulan Honda Brio jadi tulang punggung penjualan HPM

KabarOto.com - Dalam rangka meningkatkan penjualan otomotif di Indonesia, beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian mengajukan insentif pajak 0% untuk kendaraan baru. Namun menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak, karena menurut dia setiap insentif yang diberikan akan dievaluasi lengkap, supaya tidak berdampak negatif pada kegiatan ekonomi lainnya.

Lalu seberapa penting Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi Honda Prospect Motor (HPM). "Relaksasi pajak tentunya bisa memengaruhi penjualan otomotif secara umumnya," terang Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor.

Baca Juga: Honda Atur Strategi Penjualan Mobil Untuk Bangkit Di Masa Pandemik Covid-19

Billy menambahkan, Menkeu fokus memberikan stimulus fiskal, tujuannya untuk kepentingan dunia usaha, tidak ke satu industri, diharapkan bergerak dengan cepat," terangnya saat diskusi virtual, Senin (20/10).

"Kalau secara global bergerak bisa cepat maju, tapi apapun yang diambil keputusan Pemerintah tentunya untuk kebaikan," paparnya. HPM percaya, Pemerintah punya pertimbangan yang matang untuk stimulus yang general. "Karena memang sejujurnya stimulus secara umum bisa meningkatkan daya beli masyarakat," papar Billy.

Saat ini target utama Honda adalah mempertahankan, market share. Kami terus memantau, dan setiap bulan market share harus mencapai 14,4%," papar Billy.

Apapun keputusan yang diambil, HPM akan mengikuti kondisi bagaimana akhir tahun. "Ke depan market belom stabil, kami terus monitoring pergerakan market," tambahnya.

Baca Juga: Body Kit Honda Civic Nouva Project J, Karya Anak Bangsa Untuk Dunia

Tahun 2020 ini, Yusak Billy melihat market masih sulit. Harapan market berubah cepat, supaya market share bisa tercapai 14,4%. "Kalau 2021 kami masih belum tahu, masih lihat dan terus melihat perkembangannya," tambah Billy.