682 Ribu Unit Motor Sudah Diekspor Ke Beberapa Negara

682 Ribu unit Motor Sudah Diekspor ke Beberapa Negara Tahun 2025 produksi motor listrik akan ditingkatkan, motor konvensional akan dikurangi

KabarOto.com - Kementerian Perindustrian mencatat, dari sisi produksi dan penjualan sepeda motor nasional sejak tahun 2010 sampai 2018 telah mencapai rata-ata di atas 6,5 juta unit per tahun. Hal ini membawa dampak positif karena banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

Sementara itu, periode Januari-Oktober 2019, produksi sepeda motor tercatat sebanyak 6,2 juta unit, di mana penjualan domestik sebesar 5,5 juta unit sementara itu sebanyak 682 ribu unit motor sudah diekspor ke beberapa negara, di antaranya Filipina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Jepang, Eropa Barat dan Amerika Latin.

Baca Juga: Setelah Korsel Dan Jepang, Menperin Ajak Taiwan Investasi Otomotif Di Indonesia

Ekspor motor tahun 2019 meningkat

Namun pada tahun 2025, pemerintah Indonesia menargetkan, sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit adalah sepeda motor listrik. Dari jumlah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan hingga tahun 2029. Sehingga, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN. Hal itu ditegaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Untuk merealisasikan target tersebut, Menperin mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. "Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif, sehingga target pada tahun 2030 tersebut, bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” terang Agus di gedung Menperin Jakarta.

Bukan hal yang sulit untuk mengembangkan motor listrik di Indonesia, karena perusahaan-perusahaan swasta asal Indonesia dan Korea serta Cina juga ikut serta dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Fasilitas charging di BPPT Serpong,

LG Chemical salah satu perusahaan asal Kores Selatanyang sudah mulai bergabung dengan perusahaan lain untuk proyek percontohan kendaraan listrik di Indonesia. “LG Chemical diharapkan bisa berpartisipasi dalam proyek tersebut, misalnya dengan menyediakan baterai motor elektrik dengan skema battery swap,” terang Menperin.

Baca Juga: Investasi Baterai Motor Listrik Korea Selatan Di Indonesia, Ini Kata Menperin

Untuk pilot project battery swap, menurut Agus akan memanfaatkan fasilitas charging di BPPT Serpong, dan BPPT Jakarta. "Kemudian, LG Chemical dan partner lokal akan membangun fasilitas swap dan charging di Jakarta dan Tangerang, terangnya.