Ini Akibatnya Jika Volume Oli Tak Sesuai Takaran

Ini Akibatnya Jika Volume Oli Tak Sesuai Takaran

KabarOto.com - Saat menggunakan mobil, oli menjadi komponen penting karena berfungsi sebagai pelumas, agar gesekan yang terjadi di bagian dalam mesin bisa berjalan baik. Saat mobil lama tak digunakan, apalagi jarang dipanaskan sebaiknya cek dulu kondisi olimu. Siapa tahu sudah mengental karena pengendapan?

Sobat KabarOto bisa mengecek kondisi oli melalui dipstick. Selain melihat kondisi oli, kamu juga bisa mengetahui volume oli. Nah, kalau ingin mengecek secara mandiri kalian bisa memindahkan mobil ke tempat atau jalanan yang rata, jangan di tanjakan ya.

Baca Juga: Masuki New Normal, Ini Cara Mengecek Oli Mesin Mobil

Pemilihan tempat ini juga berpengaruh supaya hasil pengecekan lebih akurat. Pasalnya, kemiringan tertentu bisa mempengaruhi level oli.

Setelah menemukan posisi yang pas, Sobat KabarOto bisa mulai mengecek volumenya. Apabila posisi ketinggian volume oli ada di titik minimum, tentu harus ditambah. Jangan asal, Group Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Boediarto menyarankan untuk menyarankan untuk menambah dengan oli yang sama.

Baca Juga: Jangan Sampai Mobil Pakai Oli Yang Sudah Alami Penurunan Kualitas

Kalau setelah dicek ternyata volumenya terlalu penuh, ini juga memberi efek tidak baik untuk mobil apalagi jika digunakan. Tekanan yang di dalam crankcase, yaitu area di kolong piston sampai oil pan jadi terlalu besar. Hal ini memicu terjadinya seal oli bocor.

Bagi pengendara mobil, sebaiknya tetap melakukan penggantian oli setiap 6 bulan sekali walaupun kendaraan tidak digunakan. Ingat ya, penggantian pelumas tidak hanya berdasarkan jarak pemakaian tetapi juga waktu penggunaan.

"Maka dari itu, untuk menjaga performa kendaraan, pengecekan dan penggantian oli mesin perlu dilakukan, utamanya dengan melakukan periodical maintenance sesuai dengan manual book," ujar Boediarto.