Masuki New Normal, Ini Cara Mengecek Oli Mesin Mobil

Masuki New Normal, Ini Cara Mengecek Oli Mesin Mobil Ilustrasi cek oli mesin (KO/Edo)

KabarOto.com - Setelah adanya masa PSBB atau pembatasan sosial berskala besar, yang mengharuskan kegiatan masyarakat lebih banyak dilakukan di rumah, kini masyarakat Indonesia bersiap untuk transisi ke era kehidupan baru atau new normal.

Saat PSBB, bisa jadi mobil diparkir di rumah saja dalam waktu lama. Makanya, sebelum kembali digunakan harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Utamanya adalah mengecek kondisi baterai atau aki mobil dan juga kondisi oli mesin.

Baca Juga: Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 Digelar Secara Virtual, Apa Strateginya?

Boediarto selaku Head of Technical Service & CS Support Department Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan, jika oli terlalu lama mengendap di bagian bawah mesin, maka fungsinya sebagai pelumas akan berkurang.

"Jika mobil terlanjur hanya parkir lama dan jarang dinyalakan, sebaiknya mengganti oli mesin terlebih dahulu. Masalah ini sebenarnya bisa dicegah dengan rutin memanaskan mobil 3 hari sekali, tujuannya untuk menjaga sirkulasi oli di dalam mesin," ungkap Boediarto.

Boediarto menambahkan jika mobil terlalu lama dalam kondisi diam dan tak dinyalakan, maka akan berpotensi membuat oli mengendap dan menjadi sludge (lumpur oli). Dampaknya akan terasa saat mesin dinyalakan, komponen saling bergesekan tanpa adanya perlindungan dari oli.

Gunakan oli yang baru

Sobat KabarOto dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan cara melihat dari dipstick oli, untuk memastikan apakah jumlah dan juga kekentalan oli masih dalam kondisi normal atau tidak.

"Sepanjang volume oli mesin antara maksimum minimum berarti aman. Tapi yang perlu diperhatikan, pengecekan harus dilakukan di tempat yang rata, karena kalau garasinya miring maka tidak akurat," jelasnya.

Jika posisi ketinggian volume oli mesin berada di bawah titik minimum, maka disarankan untuk dilakukan penambahan.

Hanya saja tidak bisa sembarang, harus dengan oli yang sama. Wajib diketahui juga jika volume oli mesin mobil itu harus pas, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebihan.

"Kalau terlalu penuh dan mobilnya dipakai jalan, tekanan di dalam crankcase (area di kolong piston sampai oil pan) jadi terlalu besar. Dikhawatirkan seal oli malah bocor," tambah Boediarto.

Jadi, jangan berpikir kalau level oli yang lebih banyak dari maksimum itu akan membuat mesin lebih awet. "Justru sebaliknya, seal nya bisa bocor dan lain-lain," jelasnya.

Baca Juga: Daihatsu Copen Rasa GT-R R35, Lepas Status Mobil Imut

Selain itu jika ternyata oli mesin sudah membentuk sludge (lumpur) atau bahkan sudah seperti gel, maka tidak ada pilihan lain untuk dilakukan penggantian dengan oli baru.

Tidak hanya itu, jika kondisi oli mesin sudah mengental maka sebaiknya perlu dilakukan engine flush dengan cairan khusus juga.

"Patut diingat juga kalau kondisi seperti ini maka Anda sebaiknya tidak menjalankan atau menyalakan mesin mobil. Segera panggil bengkel resmi untuk datang ke rumah dan melakukan penggantian oli," pungkas Boediarto.