Ini Alasan Daihatsu Tak Berikan Diskon Besar-besaran

Ini Alasan Daihatsu Tak Berikan Diskon Besar-besaran

KabarOto.com - Lesunya industri otomotif di tengah pandemik, membuat seluruh pabrikan mengerahkan kemampuan untuk terus bertahan. Pasalnya, diterpa badai virus Corona atau Covid-19 secara umum daya beli mengalami penurunan hingga 40 persen berbanding 2019 lalu.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tentunya melakukan strategi untuk menarik daya beli masyarakat, serta demi mencapai target market share seperti sebelumnya yaitu 17 persen.

Baca Juga: Ini Cara Daihatsu Agar Konsumen Masih Mau Beli Mobil

Diketahui, ADM tidak menggunakan diskon atau potongan harga sebagai strategi penjualan dengan beberapa alasan. Pertama di tengah kondisi pasar yang sedang turun, Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra menjelaskan bahwa cara tersebut tidak bisa menaikkan daya beli.

"Saya percaya, pasar mobil dipengaruhi daya beli. Buang diskon besar-besaran tidak akan memperbesar pasar mobil," jelasnya.

Kedua, saat ini diler dan cabang Daihatsu hanya beroperasi 50 persen yaitu tidak seluruh karyawan masuk, sesuai dengan regulasi pemerintah. Hal ini mempengaruhi proses produksi hingga penjualan. Walau begitu, pembiayaan operasional tetap harus dikeluarkan. Sehingga, hal tersebut juga menjadi pertimbangan Daihatsu dalam memberikan diskon.

Baca Juga: Hebat, Daihatsu Anggap 4 Mobil Ini Masih Beri Kontribusi Tinggi Saat Pandemik

Menurut Amel, membeli mobil harus memiliki daya beli sehingga bisa terlihat GDP sebuah negara. Ia juga memperkirakan bahwa GDP minus.

"Diperkirakan GDP di quarter kedua di indo minus 3,8 persen. Kondisi ini menunjukkan daya beli Indonesia bakal turun sekali. Juni diperkirakan tidak akan naik banyak, karena daya belinya belum banyak," paparnya.