Ini Alasan Honda Tak Lagi Gunakan Kick Starter Untuk Skuter Matik

Ini Alasan Honda Tak Lagi Gunakan Kick Starter untuk Skuter Matik All New Honda Vario 160 tidak dibekali dengan kick stater (Foto: KO)

KabarOto.com - Motor matik saat ini tidak lagi dibekali dengan kick starter, termasuk produk-produk Honda. Lalu apa alasannya?

Reza Rezdie, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan, tak adanya kick starter untuk motor keluaran terbaru, hasil survei tim marketing AHM.

Sebagaian besar, konsumen jarang yang ingin menggunakan kick starter. "Kalau kita lihat dari data survei marketing ke konsumen segmen matik premium high," terang Reza, saat diskusi virtual dengan media, belum lama ini.

Baca juga: Catat Penjualan 798 Motor, All New Honda Vario Jadi Skutik Terlaris Di IIMS 2022

Karena konsumen yang jarang menggunakan kick starter maka dihilangkan. Untuk penggantinya, saat ini dibekali dengan indikator kondisi aki atau baterai. terdapat gambar baterai dan angka voltase yang perlu diperhatikan penggunanya.

Tak ada lagi kick stater di motor produksi terbaru (Foto: KO)

"Kita bisa tahu sisa tegangan baterai aktual pada motor Vario 160 sisa berapa," jelas Reza.

Bagian odometer bisa diganti-ganti menurut Reza, dengan tombol yang sudah disiapkan, akan ketahuan kondisi aktual volt meter.

"Tak perlu lagi menambah part aftermarket voltmeter," tambahnya.

Reza pun mengingatkan, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan, oleh pemilik motor, terkait kondisi aki. Yang pertama, jika indikator baterai menyala dan tegangannya 11,6 volt dari kondisi normal sekitar 12 volt, motor masih bisa dinyalakan, namun ada indikator baterai berwarna merah.

"Itu artinya kondisi baterai rendah, tapi motor masih bisa dihidupkan, saya sarankan untuk tidak mengaktifkan Idling Stop System (ISS). Ini sebagai anjuran bahwa dikhawatirkan usia pakai baterai sudah waktunya ganti," ungkap Reza.

Baca juga: Dibanderol Rp18 Jutaan, Skutik Asal Malaysia Ini Mirip Honda Vario 125

Jika fitur ISS aktif, saat di tengah jalan tegangan baterai ini tidak lagi mampu menyimpan muatan listrik yang dihasilkan dari ACG starter, maka motor tidak bisa dihidupkan. Jadi ini sebagai saran saja untuk tidak diaktifkan ISS.

Selanjutnya jika indikator tegangan baterai mencapai 11 volt, maka motor sudah tidak bisa dihidupkan lagi. Dalam kondisi seperti ini, indikator baterai akan terus menyala.

Dalam hal ini, Reza tidak merekomendasikan melakukan jumper aki jika aki sudah drop. Karena, jika melakukan jumper, khawatir akan terjadi error pada indikator baterai. denganbegitu mekanik sulit melakukan pemeriksaan.