Ini Kata Gaikindo Soal Relaksasi PPnBM

Ini Kata Gaikindo Soal Relaksasi PPnBM

KabarOto.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengaku sambut baik dua kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan industri kendaraan bermotor, yakni PMK No 20/ PMK 010/2021 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo mengungkapkan bahwa kebijakan relaksasi PPnBM akan menjadi dampak positif untuk industri otomotif Indonesia. Gaikindo sangat antusias menyambut kebijakan relaksasi PPnBM yang dikeluarkan Pemerintah, karena kami yakin kebijakan tersebut akan memberikan napas baru bagi industri otomotif yang belakangan ini mengalami tahun yang berat.

Baca juga: Kebijakan PPnBM Dan Diskon Diler Langsung Membuahkan Hasil

Pulihnya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia tentunya akan membantu bangkit kembalinya ekosistem industri kendaraan bermotor di Indonesia yang tahun 2020 terdampak cukup dalam akibat adanya pandemik. Sempat membukukan penjualan perbulan pada kisaran 90.000 - 100.000 unit, turun cukup signifikan hingga hanya melakukan penjualan sebesar 3.700 unit di bulan Mei 2020.

Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo sekaligus Vice President bagi PT. Krama Yudha mengungkapkan, Gaikindo menerima info dari salah satu diler resmi Mitsubishi bahwa dari perolehan pesanan sebelumnya sebanyak 5-6 unit per hari.

"Sejak diberlakukannya kebijakan PPnBM terjadi lonjakan yang signifikan, menjadi 25 unit per hari, jadi menurut kami hal ini sangat positif,” ungkap Rizwan.

Baca juga: Hapus Pajak Kendaraan, Menperin Yakin Penjualan Otomotif Tembus 1 Juta Unit

Pemulihan tersebut dinilai dapat membantu tidak kurang dari 1,5 juta pekerja di sektor tersebut kembali bekerja secara penuh sehingga diharapkan juga turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional Indonesia.

Yohannes Nangoi menambahkan, meski ada beberapa suara sumbang yang menyatakan bahwa kebijakan relaksasi PPnBM dari Pemerintah datang terlambat, namun bagi Gaikindo saat ini adalah waktu yang tepat, karena distribusi vaksin sudah berjalan, kondisi kesehatan nasional mulai membaik, serta perekonomian masyarakat yang mulai kembali menggeliat.