Ini Sebabnya Formula E Harus Digelar Di Monas

Ini Sebabnya Formula E Harus Digelar di Monas Balap Formula E sejak tahun 2014 selalu digelar di pusat kota

KabarOto.com - Formula E adalah kejuaraan balap mobil listrik yang memiliki satu misi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Kejuaraan Formula E saat ini diperebutkan oleh sebelas tim dengan masing-masing dua pembalap. Formula E menampilkan mobil balap bertenaga listrik yang memiliki kemiripan dengan mobil non listrik Formula Satu. Balapan berlangsung di sirkuit jalan raya dengan panjang 1,9 sampai 3,4 kilometer.

Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah balap mobil listrik tersebut. Formula E di Indonesia akan berlangsung di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Juni 2020 mendatang. Lalu kenapa Monas menjadi lokasi balapan?

Baca Juga: Taati Peraturan Ini, Formula E Bisa Digelar Di Monas

Untuk lebih memperkenalkan ikon Jakarta, Formula E akan berlangsung di Monas

Karena setiap race pada Kejuaraan ABB FIA Formula E yang berlangsung sejak tahun 2014 selalu diselenggarakan di sebuah pusat kota, dan maksudnya untuk menjual ikon kota. "Nah, ikon paling terkenal di Jakarta adalah Monas, jadi kita menggelar di Monas," terang Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Ketua Pengorganisasian Panitia E-Prix Jakarta, Dwi Wahyu Daryoto di Cikini, Jakarta Pusat.

Dwi juga menjelaskan, alsan menggelar balapan di tengah kota. "Tujuannya untuk memberi kemudahan kepada masyarakat menonton, dengan harapan mereka lebih banyak datang ke Monas menggunakan kendaraan umum sehingga membantu mengurangi emisi karbon," tambahnya. Karena menurutnya itu sejalan dengan kampanye lingkungan bersih yang disuarakan oleh Formula E.

Formula E di Monas akan menggunakan lintasan sepanjang 2,588 km, berputar searah jarum jam, dan memiliki 12 tikungan (8 kanan, 4 kiri), dan Monas setelah melakukan kajian mendalam Formula E melalui tim arsiteknya yang selama ini dikenal sebagai perancang sirkuit-sirkuit balap modern, telah memastikan bahwa kawasan di sekitar tugu Monas sangat layak untuk dijadikan sirkuit jalan raya kelas dunia.

Baca Juga: Galeri Foto Mobil Formula 1 Mercedes-AMG Petronas 2020

Pengerjaan sirkuit akan dilakukan tak lama lagi, proses sejak pengaspalan, pembuatan pagar, hingga membangun tribun-tribun penonton diperkirakan bakal memakan waktu sekitar tiga bulan. "Proses terakhir adalah homologasi atau semacam sertifikasi yang akan dilakukan dan diberikan oleh FIA," tutur Dwi lagi.