Intip Nih! Cara Mudah Merawat Power Steering Agar Lebih Awet

Intip Nih! Cara Mudah Merawat Power Steering agar Lebih Awet Mobil yang sedang diperbaiki power steeringnya (KO/Edo)

KabarOto.com - Bisa dibilang, banyak pemilik mobil yang abai terhadap komponen yang satu ini, yaitu power steering. Salah satu piranti penting dalam sebuah mobil tersebut, rasanya tak bakal ditengok kalau tidak sedang mengalami kerusakan.

Padahal, power steering juga perlu mendapat perawatan loh! caranya pun ternyata mudah. Raka Ferdynanza pemilik bengkel spesialis power steering Piranti Stirindo Utama mengatakan, bahwa saat ini power steering yang digunakan dalam mobil memiliki dua jenis, yakni hidrolik dan elektrik (Elektronik power steering).

Baca Juga: Layar Digital Mobil Rusak? Bisa Direparasi Kok

"Keduanya perlu mendapat perawatan agar lebih awet," ujar Raka saat ditemui KabarOto. Ia pun menyarankan, agar pemilik mobil yang power steeringnya berjenis hidrolik agar rutin mengganti oli.

Oli power Steering
Oli power steering harus rutin diganti

"Mengganti oli power steering secara rutin mampu memperpanjang usia komponen tersebut. Idealnya dilakukan pergantian setiap setahun sekali," jelasnya. Penggantian itu dilakukan dengan menguras oli secara menyeluruh dengan alat vakum.

Rack Steer
Oli yang kurang bagus dapat merusak karet pada rack steer

"Untuk pengisian kembali, dibutuhkan sekitar 2.5 liter oli. Biayanya pun terjangkau hanya Rp 300 ribu, berlaku untuk semua mobil," tambah pria ramah tersebut. Apabila oli tidak rutin diganti, bakal menyebabkan karet-karet atau sil mudah getas.

Power Steering tipe EPS
Air menjadi musuh utama EPS

"Oli power steering kalau lama tak diganti sifatnya bisa berubah, dari warnanya saja yang tadinya merah bening, bakal keruh karena terkontaminasi kotoran. Itu yang bisa menyebabkan karet-karet di rack steernya rusak dan akhirnya terjadi kebocoran," tutur Raka yang bermarkas di Jl. Kolonel Sugiono No.28 Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca Juga: Mana Yang Benar? Minyak Rem Atau Cairan Rem?

Lain halnya dengan power steering tipe EPS, perawatannya jauh lebih mudah. "Kalau EPS paling penting jangan sampai kena air, apalagi menerabas banjir. Soalnya dia menggunakan kelistrikan," ujar Raka.

Bila tetap nekad, kerusakan paling parah bakal mengenai dinamo penggeraknya. "Kalau itu udah kena, setir gak bakal berfungsi, karena akan sangat berat ketika dibelokkan, biaya partnya pun mahal, sampai jutaan tergantung mobilnya," pungkasnya.