Jelang F1 Austria 2026, Bos dan Ahli Mesin Tim Angkat Bicara

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Kamis, 25 Juni 2026
Jelang F1 Austria 2026, Bos dan Ahli Mesin Tim Angkat Bicara

Red Bull Ring bakal banyak drama dari tim dan pembalap

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Setelah dalam tiga musim terakhir berturut-turut menggelar format akhir pekan dengan Sprint Race, F1 Austria 2026 dipastikan bakal kembali ke format konvensional.

Kembalinya format klasik ini memberikan waktu lebih bagi tim untuk menyempurnakan setelan jet darat mereka di Sirkuit Spielberg. Menawarkan kombinasi trek pendek, trek lurus panjang, serta zona pengereman keras, sirkuit ini dikenal kerap memicu balapan sengit di mana selisih seperseratus detik saja bisa mengubah peta persaingan di sesi kualifikasi.

Teknis Sirkuit Spielberg

Secara teknis, sirkuit sepanjang kurang lebih 4,3 kilometer ini hanya memiliki 10 tikungan, paling sedikit di antara seluruh kalender F1 modern. Uniknya, dari sudut pandang rekayasa teknik, Tikungan 2, 5, dan 8 bahkan tidak dianggap sebagai tikungan karena dilahap pembalap dengan pedal gas diinjak penuh (full throttle).

Baca Juga: Scuderia Ferrari HP Bawa Mesin Lebih Kencang di F1 Austria Demi Kejar Mercedes

Kendati demikian, Spielberg menyimpan tantangan ekstrem berupa perbedaan elevasi vertikal sebesar 69 meter serta kemiringan tepi lintasan yang curam, seperti yang terlihat di Tikungan 3 dan 4. Kondisi ini memaksa roda mobil rawan terangkat, sekaligus menguji stabilitas traksi dan sistem pengereman.

Masalah mekanis tidak berhenti di sana. Karakteristik sirkuit menuntut tingkat pendinginan rem (brake cooling) yang sangat tinggi, yang ironisnya, justru mempersulit para pembalap untuk memanaskan ban depan agar masuk ke dalam jendela suhu optimal untuk kualifikasi.

Toto Wolff
Toto Wolff dan pembalap Mercedes-AMG Petronas

Ditambah lagi, suhu permukaan lintasan Spielberg secara historis pernah mencatatkan rekor ekstrem hingga 55,1 derajat Celsius. Faktor cuaca pegunungan yang sangat dinamis dan sulit diprediksi juga berpotensi menghadirkan balapan basah (wet race) pertama di musim ini.

Komentar Bos Tim F1

Menghadapi tantangan tersebut, bos Mercedes-AMG Petronas F1 Team, Toto Wolff, menegaskan bahwa timnya tidak akan tinggal diam. Pabrikan panah perak tersebut membawa sejumlah komponen baru ke Austria demi mendongkrak performa sekaligus keandalan (reliability) mobil guna kembali ke jalur perebutan podium tertinggi.

Kami tidak tinggal diam, bakal membawa beberapa pembaruan ke Austria akhir pekan ini dengan fokus pada peningkatan performa dan keandalan. Margin persaingan sangat ketat, dan akan menjadi jauh lebih ketat di Spielberg mengingat panjang lap yang pendek. Kami perlu menyusun akhir pekan yang lebih baik daripada balapan-balapan terakhir, tetapi jika kami bisa tampil maksimal, kami tahu kami bisa menantang untuk meraih kemenangan,

yakin Toto Wolff, Team Principal Mercedes-AMG Petronas F1.

Optimisme serupa juga terpancar dari kubu rival, Scuderia Ferrari. Team Principal tim berlogo kuda jingkrak, Fred Vasseur, mengaku sangat termotivasi oleh tren positif yang ditunjukkan timnya dalam beberapa seri terakhir.

Kendati demikian, Ferrari memilih untuk tetap membumi dan fokus pada eksekusi strategi yang bersih di atas dinding pit (pit wall).

Fred Vasseur
Fred Vasseur

Kami tiba di Austria dengan rasa percaya diri berkat penampilan positif kami selama beberapa balapan terakhir, meskipun kami sepenuhnya sadar bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami akan menghadapi akhir pekan ini dengan metode dan pola pikir yang sama sejak awal musim, bertujuan untuk menjalani sesi yang bersih dalam segala aspek, mulai dari eksekusi di lintasan hingga keputusan strategis yang diambil di dinding pit.

jelas Fred Vasseur, Team Principal Scuderia Ferrari.

Sementara itu, tim Alpine juga tengah berfokus memperbaiki kelemahan paket mobil mereka, terutama di sesi kualifikasi. Karakteristik sirkuit yang pendek membuat posisi start menjadi sangat krusial, sesuatu yang disadari betul oleh sang direktur olahraga, Steve Nielsen, menjelang balapan kandang bagi mitra utama mereka, BWT.

Di sisi kami, kami tahu di mana letak kekuatan dan kelemahan paket kami serta area yang perlu kami fokuskan. Jelas, kualifikasi adalah area di mana kami perlu berkembang. Meski begitu, bahkan dengan mobil yang keluar dari posisinya di grid, kami telah pulih dengan baik pada hari Minggu dan mampu mencetak poin, yang pada akhirnya merupakan hal terpenting di setiap akhir pekan Grand Prix. Kami menantikan Austria akhir pekan ini, balapan kandang bagi mitra utama kami, BWT,

ungkap Steve Nielsen, Perwakilan Teknis dari Tim Alpine F1.

Tantangan teknis di Spielberg juga disiasati dengan matang oleh tim McLaren. Technical Director Applied Engineering McLaren, Neil Houldey, membeberkan bahwa timnya membawa pembaruan minor di sektor buritan serta sayap belakang eksperimental.

F1 Austria 2025
Perayaan kemenangan Lando Norris di F1 Austria 2025

Baca Juga: FIA Telah Melakukan Ubahan Regulasi F1 Tahun 2027 dan 2028

Langkah ini diambil bukan hanya untuk mengejar lap time, melainkan juga untuk mengantisipasi potensi turunnya hujan di pegunungan Styria.

Untuk ajang ini, kami berfokus pada pembaruan detail kecil di sekitar sudut belakang mobil, serta sayap belakang eksperimental yang akan dijalankan sepanjang sesi hari Jumat. Kami juga bersiap menghadapi kemungkinan cuaca basah, yang akan menjadi salah satu momen pertama menjalankan mobil dalam kondisi tersebut musim ini. Ini menyajikan kurva pembelajaran yang curam, terutama dengan perubahan pada manajemen energi dan pengiriman tenaga di trek basah, tetapi ini adalah peluang yang akan kami ambil untuk memaksimalkan performa kami,

beber Neil Houldey, Technical Director Applied Engineering McLaren.

Semua persiapan teknis dan strategi dari masing-masing tim ini akan langsung diuji sejak sesi latihan bebas (FP1) yang dimulai pada hari Jumat pukul 13.30 waktu setempat, sebelum puncaknya tersaji dalam 71 lap balapan penuh drama pada hari Minggu.

Kategori Info Sesi / Komponen Teknis Detail Waktu & Spesifikasi
Jadwal Sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Jumat, pukul -
Latihan Bebas 2 (FP2) Jumat, pukul -
Latihan Bebas 3 (FP3) Sabtu, pukul -
Kualifikasi Utama Sabtu, pukul -
Balapan Utama (71 Lap) Minggu, pukul 20:00
Dimensi Lintasan Panjang Sirkuit / Jarak Ras 4.326 Km / 307.018 Km
Konfigurasi Jumlah Tikungan 10 Tikungan (3 Kiri, 7 Kanan)
Data Pit Lane Batas Kecepatan & Waktu 360 meter / ±16 Detik (pada kecepatan 80 km/jam)
Catatan Rekor Rekor Balapan (Race Lap) 1:07.9 — Oscar Piastri (2025)
Rekor Mutlak (Absolute Lap) 1:02.9 — Valtteri Bottas (Q3, 2020)

Tags:

#F1 Austria 2026 #F1 2026 #Jadwal F1 2026 #Toto Wolff #Fred Vasseur

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan