Jualan Daihatsu Xenia Menurun? Ini Penyebabnya!

Jualan Daihatsu Xenia Menurun? Ini Penyebabnya! Daihatsu Xenia

KabarOto.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku pemegang merek Daihatsu di Indonesia, berhasil mempertahankan posisi kedua dalam penjualan ritel otomotif nasional di tengah persaingan ketat dengan merek lainnya.

Raihan rangking dua tersebut diperoleh selama 11 tahun berturut-turut. Namun, dibalik kesuksesan tersebut, terjadi penurunan penjualan pada salah satu produk unggulan Daihatsu di kelas low multi purpose vehicle (LMPV), yakni Xenia.

Baca Juga: Canggih! Ini Jadinya Bila Produsen Elektronik Sony Membuat Mobil

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra menjelaskan, penjualan Daihatsu Xenia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor penyebabnya adalah kapasitas produksi di pabrik.

"Kami jelaskan bahwa pabrik Daihatsu sudah over kapasitas sejak tahun lalu. Di satu sisi, permintaan ekspor, terutama dari Toyota yang melakukan ekspor Daihatsu Terios dengan nama Toyota Rush terus meningkat," katanya.

Wanita ramah itu menambahkan, karena kebutuhan eskpor tersebut, maka ADM memprioritaskan memenuhi dulu permintaan ekspor Daihatsu Terios, atau yang diekspor dalam bentuk Toyota Rush.

Sigra menjadi fokus penjualan

Guna mensiasati hal tersebut, ADM kemudian melakukan penggatian fokus penjualan terhadap Daihatsu Sigra. Itu dilakukan, untuk tetap menjaga posisi Daihatsu dalam market share otomotif di Indonesia.

"Untuk terus mempertahankan posisi rangking nomor dua, kami ganti fokus penjualan kami menjadi Sigra. Jadi bisa dilihat saat pasa LCGC turun, Sigra malah makin bertambah," jelas wanita yang akrab disapa Amel tersebut.

Alasan utama memilih Sigra sebagai penerus kesuksesan Xenia, tak lepas dari tersedianya jalur produksi untuk mobil LCGC tujuh kursi tersebut.

"Sigra itu aproduk kami yang bisa dibuat di pabrik Karawang. Di sana kapasitas masih cukup, jadi Sigra yang kita genjot," ungkapnya.

Baca Juga: Honda Brio Cetak Rekor Penjualan Tertinggi Di Tahun 2019

Amel menambahkan, meski Daihatsu Xenia mengalami penurunan, namun Toyota Avanza sebagai produk kolaborasi Daihatsu-Toyota terus menjaga performa positif di segmennya.

"Xenia (menurun) lebih karena tidak punya kapasitas pabrik dan kompetisi di segmen itu juga cukup ketat," tuturnya.

Ia juga percaya, Toyota Avanza bisa mempertahankan posisi nomor satu jika produksinya cukup. "Oleh karena itu prioritas harus diberukan untuk Avanza guna mempertahankan penjualan," pungkas Amel.