Kaum Hawa Wajib Tahu Nih, Sunscreen Ternyata Bisa Merusak Mobil Loh!

Kaum Hawa Wajib Tahu Nih, Sunscreen Ternyata Bisa Merusak Mobil Loh! Foto: Carscoop

KabarOto.com - Musim di Indonesia tidak terlalu beragam hanya kemarau dan hujan. Jika berbicara soal cuaca, saat ini sedang tidak menentu dan sering berubah dengan cepat. Biasanya saat siang hari sinar matahari sangat menyengat.

Berbicara perawatan kulit biasanya kaum hawa tidak asing lagi dengan sunscreen atau sunblock. Seharian di dalam ruangan saja tetap dianjurkan untuk menggunakan sunscreen, perbedaan penggunaannya ada di kandungan spfnya. Pasalnya UVA UVB dari sinar matahari dapat merusak lapisan kulit loh.

Selain panas yang menyengat, tidak jarang pengendara yang merasa telapak tangan juga jadi lebih mudah berkeringat. Penggunaan hand sanitizer juga akan semakin sering agar terhindari dari bakteri. Tapi, Sobat Kabaroto tahu nggak sih kalau sunscreen dan hand sanitizer ternyata dapat merusak mobil loh.

Baca Juga: Begini Cara Merawat Interior Mobil

Seperti yang ditunjukkan oleh Ford, ternyata bahan kimia yang ditemukan dalam produk-produk ini tampaknya dapat bereaksi pada permukaan tertentu. Sehingga menyebabkan mereka aus sebelum waktunya, kecuali mereka juga menampilkan beberapa jenis lapisan pelindung khusus.

"Dari hand sanitizer, sunscreen atau sunblock, sampai penolak serangga tren konsumen terus berubah. Bahkan produk yang kelihatannya paling tidak berbahaya dapat menyebabkan masalah ketika mereka bersentuhan dengan permukaan ratusan bahkan ribuan kali setahun," kata Mark Montgomery, Insinyur material senior Ford Eropa.

Penelitian menunjukkan bahwa pasar Eropa untuk hand sanitizer, termasuk gel, busa dan wiper (banyak di antaranya mengandung etanol). Diperkirakan akan naik 60% dari $ 371,92 juta tahun lalu menjadi $ 593,62 juta pada tahun 2024.

Baca Juga: Pilih Mana, Jok Kulit Sintetis Atau Semi Sintetis?

Para perempuan biasanya memiliki lotion sunscreen yang mengandung titanium oksida dalam jumlah lebih besar. Di mana bahan ini dapat bereaksi dengan plastik dan minyak alami yang ditemukan di kulit, terutama ketika suhu panas.

Sementara itu, diethyltoluamide adalah bahan aktif paling umum pada produk penolak serangga. Insinyur Ford melakukan tes pada suhu setinggi 74 °C dan dalam beberapa kasus. Mereka bahkan mensimulasikan paparan sinar matahari, meluncurkan sinar ultra violet di interior mobil.

Baca Juga: Jok Elektrik Juga Punya Perawatan Khusus, Nih Tipsnya

"Ada beberapa kasus pengelupasan (interior mobil) yang sangat tinggi di Turki dan kami berhasil melacaknya. (Penemuan menyebutkan) etanol yang berpotensi menjadi faktor penyumbang (masalah yang terjadi)," ungkap Richard Kyle.

Nah, dengan adanya penelitian ini diharapkan susunan bahan kimia dalam sunscreen atau lotion lainnya bisa mendapat formulasi ulang nih. Agar tidak hanya kulit yang terlindungi, tapi kendaraan yang digunakan, terutama interiornya.