Kenali Bahaya Microsleep Ketika Berkendara Akibat Otak Tertidur

Kenali Bahaya Microsleep Ketika Berkendara Akibat Otak Tertidur Mitsubishi Mirage (Foto: Kipli/KO)

KabarOto.com - Kegiatan mengemudi sudah menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Tidak lagi hanya dilakukan oleh kaum adam, kini para perempuan juga terbiasa mengemudi sendiri untuk mendukung aktivitasnya. Dengan banyaknya fitur yang ada pada kendaraan, pengemudi biasanya menjadi lalai untuk memperhatikan keselamatan nih.

Pasti banyak yang mengingatkan untuk beristirahat ketika lelah menyetir. Perlu diketahui nih Sob, tidak hanya letih fisik yang harus diwaspadai pengemudi ketika berkendara, keletihan pada pikiran dan mental juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan loh.

Baca Juga: Ini Fungsi D+ Dan D- Pada Mobil Matik

Lelah pikiran memicu pengemudi terserang microsleep loh Sob. Salah satunya ketika merasa bosan terhadap rutinitas di jalan raya. Contohnya, ketika sobat KabarOto melakukan perjalanan di jalan yang sama terus menerus setiap hari, akhirnya kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi di jalan tersebut berangsur-angsur menurun.

Bahkan, microsleep bisa saja terjadi pada orang yang memiliki kualitas tidur yang cukup atau asupan makan yang baik. Penjelasan dari Jusri Pulubuhu selaku Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), "Miscrosleep biasanya terjadi karena otak tidak terstimulus."

Bahasa mudahnya, bukan mata yang tertidur melainkan otak. Sehingga otak berhenti bekerja sejenak seperti yang terjadi ketika orang melamun atau mabuk. Hal ini berbeda dengan kelelahan yang disebabkan oleh aktivitas berat Sob, dan bisa menyerang orang-orang yang sehat dan bugar.

Jangan dianggap remeh, keadaan ini sangat berbahaya apabila terjadi ketika Sobat KabarOto melakukan kegiatan yang memerlukan keakurasian, atau penuh konsentrasi seperti mengemudi, bekerja di laboraturium, dan sebagainya. Pun dengan kegiatan yang memerlukan keahlian multi tasking.

Baca Juga: Wah, Bisa Coba Istirahat Mudik Unik Pakai Roof Tent

Foto: instagram @jktinfo

Walaupun tingkat keletihan pada microsleep ini rendah atau kecil, tetapi cukup membahayakan loh. Jusri menambahkan, "Microsleep bisa terjadi dengan mata terbuka maupun mata tertutup, nah melamun merupakan salah satu ciri-cirinya."

Biasanya microsleep menyerang dalam waktu 30 hingga 60 detik. Setelah itu otaknya akan terangsang dengan sesuatu ketika otak sudah terstimulus dengan rangsangan-rangsangan. Misalnya dalam bentuk sesuatu yang baru, mengagetkan atau ancaman-ancaman.

Baca Juga: Usai Dipakai Mudik Cek Sendiri Bagian Mobil Ini Tanpa Harus Ke Bengkel

Walaupun terlihat sebentar, tapi perlu diingat dalam waktu satu detik mengemudi dalam kecepatan 60 kpj, mobil sudah menempuh hampir 17 meter. Jusri mengingatkan, "Artinya, satu detik saja dalam kecepatan 60 kpj dia sudah bisa keluar bahu jalan, menabrak median jalan, dan sebagainya."

Kelihatannya microsleep kurang di waspadai oleh pengguna jalan, padahal efek yang didapat sama besarnya dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi loh. Mulai sekarang selalu hati-hati di jalan sob!