KabarOto.com - Toyota Vios generasi kedua resmi dipasarkan di Indonesia pada 2007 dan bertahan hingga 2013, sebelum digantikan generasi berikutnya.
Model ini hadir sebagai sedan kompak yang menyasar konsumen perkotaan dan armada taksi, berkat reputasi keandalan serta efisiensi bahan bakar khas Toyota.
Baca Juga: Toyota Vios Hybrid Resmi Dijual, Konsumsi BBM Irit Hampir 30 Kpl, Segini Harganya
Sepanjang masa penjualannya, Toyota Vios generasi kedua tersedia dalam dua varian, mulai dari tipe E hingga G dengan pembaruan minor (facelift) pada 2010 yang membawa penyegaran desain eksterior maupun interior.
Secara teknis, Toyota Vios generasi ini dibekali mesin berkode 1NZ-FE yakni 4 silinder, DOHC, kapasitas 1.500 cc dengan teknologi VVT-i. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 107 dk dengan karakter yang dikenal responsif sekaligus efisien.
Untuk pilihan transmisi, Toyota menyediakan opsi manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan konvensional. Kombinasi mesin dan transmisi ini dikenal tangguh dan minim kendala apabila dirawat secara berkala.
Baca Juga: Ini Fungsi 9 Fitur TSS di All new Toyota Vios 2022
Dari sisi keunggulan, Toyota Vios generasi kedua menawarkan biaya perawatan relatif terjangkau, ketersediaan suku cadang melimpah, serta konsumsi bahan bakar yang efisien untuk penggunaan harian. Kabin juga tergolong lapang di kelasnya pada masanya, dengan posisi duduk ergonomis dan visibilitas yang baik bagi pengemudi.
Meski demikian, sejumlah pemilik mengungkapkan adanya beberapa penyakit khas seiring bertambahnya usia kendaraan. Teezar, pemilik Vios generasi kedua tahun 2011 yang menggunakan mobilnya sebagai kendaraan harian, menyampaikan pengalamannya.
“Mobil ini sebenarnya badak banget khas Toyota, terutama mesin dan transmisinya. Namun mobil ini memiliki material upper body radiator dari plastik yang ringkih sehingga kalau sudah umur, part tersebut bisa cepat rusak,” ujarnya.
Baca Juga: Sejarah Perjalanan Toyota Vios di Indonesia
Ia menuturkan pernah mengalami insiden overheat akibat komponen tersebut.
“Saya pernah sekali overheat saat menggunakan mobil ini karena upper tank radiator yang retak sehingga air radiator rembes. Namun untungnya upper radiator bisa dibeli terpisah dari radiator utama. Saya beli yang kualitas aftermarket dengan harga sekitar Rp 150.000,” kata Teezar.
Selain itu, faktor usia juga memengaruhi sektor kaki-kaki.
“Penyakit lainnya adalah jika usianya sudah di atas lima tahun mulai muncul bunyi di bagian kaki-kaki khas mobil FWD. Namun saya anggap itu wajar karena mobil penggerak roda depan pada umumnya juga memiliki karakter serupa,” ungkapnya.
Baca Juga: Toyota Vios 2023 Dapat Bintang 5 ASEAN NCAP
Dengan mempertimbangkan rekam jejak keandalan mesin serta biaya perawatan yang relatif ramah di kantong, Toyota Vios generasi kedua tetap menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas.
Namun, calon pembeli disarankan untuk memeriksa kondisi sistem pendingin dan komponen kaki-kaki secara menyeluruh guna menghindari potensi biaya tambahan di kemudian hari.