Kesiapan Pasar Menjadi Faktor Penting, Dalam Optimalisasi Program Kendaraan Bermotor Listrik

Kamis, 29 Agustus 2019
Kesiapan Pasar Menjadi Faktor Penting, Dalam Optimalisasi Program Kendaraan Bermotor Listrik

Ilustrasi kendaraan listrik (KO/Edo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah Indonesia telah mengambil sebuah langkah positif, dalam rangka menuju era program penggunaan kendaraan bermotor listrik (KBL) atau electric vehicle (EV). Salah satunya, melalui ditandatanganinya Perpres No.55 tahun 2019, mengenai percepatan program KBL untuk transportasi jalan.

Bila melihat persiapan menuju era KBL, yang akan berlangsung satu tahun setelah Perpres disahkan, para pelaku industri tampak berlomba-lomba menyiapkan bermacam faktor baik dari segi produk, teknologi yang akan diadaptasi dan proses produksi serta pendukungnya.

Baca Juga: Kemenperin Luncurkan 40 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Lalu bagaimana dengan kondisi pasarnya? Jika berkaca pada roadmap kementrian perindustrian Indonesia, 20% dari 1.69 juta pasar otomotif tanah air pada tahun 2025 akan mulai terisi oleh KBL, atau setidaknya akan ada 338 ribu unit KBL yang berpotensi beredar dan dimakan oleh pasar.

Suryo dalam sebuah forum diskusi

Fransiscus Soerjopranoto Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor pada sebuah kesempatan menyatakan, bahwa selain menyiapkan produk dan juga teknologi untuk mendapatkan penetrasi yang optimal juga dibutuhkan kesiapan pasar.

"Perpres tentu akan dapat mendorong pertumbuhan pengadaan KBL dan teknologinya, tetapi akan lebih optimal apabila pasar juga juga disiapkan, artinya harus ada yang memikirkan tingkat marketability juga, dengan begitu akan ada kecocokan yang tepat antara produk yang disediakan dengan kebutuhan pasar, sehingga penetrasi nya sempurna".

Lebih jauh pria yang akrab disapa Suryo ini menyatakan, bahwa berdasarkan pengalaman para APM di Indonesia yang dalam kurun waktu 10 tahun ini sudah memasarkan KBL yang rata-rata berjenis HEV, di Indonesia sendiri penetrasi nya belum cukup tinggi, yang artinya merupakan sebuah tantangan besar untuk nantinya mencapai target roadmap di tahun 2025 dengan optimal.

Kesiapan pasar menjadi faktor penting

Hingga saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 5.400 pengguna jenis kendaraan KBL di Indonesia dan ini masih cukup rendah dimana setidaknya mungkin bahkan tak sampai 1% dari total kendaraan yang ada, sehingga rasanya apabila kita bisa siapkan pasar setidaknya selama setahun ini, maka pada saat nanti dimulainya era KBL penetrasi dan penerimaan nya akan lebih optimal.

Suryo juga mengatakan, menyiapkan pasar caranya bisa bermacam-macam. Salah satunya dengan memberikan banyak informasi, agar tingkat pengetahuan masyarakat terhadap KBL menjadi lebih baik dan kekhawatiran berkurang.

Baca Juga: Perusahaan Asuransi Sudah Siapkan Bengkel Untuk Mobil Listrik

"Apalagi kalau mengingat negara kita cukup unik, karena kota besar kita terkenal dengan kemacetan, tetapi ada juga budaya mudik yang tidak cuma macet, tapi jauh jaraknya dan lama mengemudinya, hal hal ini membuat para konsumen masih akan concern terhadap KBL, maka selain menyiapkan produk ada baiknya kita siapkan marketnya agar nanti ujung nya sama-sama siap maka akan optimal," tambah Suryo.

Selain itu, penyiapan infrastruktur pendukung dan jaringan layanan juga akan membantu mengurangi kekhawatiran.

"Satu lagi adalah program benefit yang juga bisa menjadi pemancing sehingga akan jelas terasa perbedaan bagi pengguna KBL dan kendaraan biasa, rasanya berbagai insentif di area hilir ini juga akan banyak membantu nantinya, sehingga tak hanya di area hulu efek positif nya tapi lebih total," pungkas Suryo.

Tags:

#Kendaraan Listrik
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan