Komunitas Scooter Sambangi Wisata Bersejarah, Pecahkan Misi Kode Cowo dari Parjo

Abdi Kurniawan
Abdi Kurniawan 14 Mar 2016 - 08:30
Komunitas Scooter Sambangi Wisata Bersejarah, Pecahkan Misi Kode Cowo dari Parjo
Bukan hanya cerdas dalam memilih kegiatan seru bersama, namun mereka juga menguji solidaritas melalui misi Kode Cowok, bersama Ade Habibie, kolektor motor serta bikers fashion icon. (Foto: Imogen)

Ratusan Scooterist dari berbagai komunitas mulai dari vespamodern, klasik, hingga lambretta, tampak berbondong-bondong mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Ibu Kota. Titik kumpul mereka di Parjo. Dan, mereka pun harus memecahkan kode cowo. Apa tujuan ratusan Scooterist ini?

Perjalanan komunitas motor Scooterist itu dimulai dari Pasar Jongkok Otomotif (Parjo), kemarin (13/03). Mereka pun ikuti Unity Pitstop Scooter Rally Wisata selain berbelanja aksesoris motor yang menjadi ritual saat bertandang ke Parjo setiap tahunnya.

Bukan hanya cerdas dalam memilih kegiatan seru bersama, namun mereka juga menguji solidaritas melalui misi Kode Cowo, bersama Ade Habibie, kolektor motor serta bikers fashion icon.

Saat itu, Ade yang mengendarai lambretta putihnya bertipe In125 keluaran tahun 2013 sangat menikmati kegiatan rally ditemani teman–teman satu komunitasnya, Lambretta Club Indonesia (LCI).

“Ini pertama kalinya saya ikutan scooter rally yang punya misi di setiap check point. Misinya pun tidak biasa karena mengangkat sejarah di setiap tempat yang sekaligus menguji rasa persaudaraan kita sebagai anak scooter untuk ‘Selalu Siap Bantu Teman’," terang Ade setelah sebelumnya ia menstut motor temannya yang mogok saat melakukan rally.

Bersama dengan komunitasnya, Ade mencontohkan kepada komunitas lain bagaimana cara menunjukkan solidaritas cowok scooter melalui misi yang diberikan oleh Unity Pitstop.

“Apa yang saya lakukan sepanjang perjalanan mengacu pada Kode Cowo yang diangkat oleh U Mild agar bikers dapat mengambil pilihan cerdas apa pun bentuknya. Tidak hanya menstut alias mendorong vespa mogok, tapi bertukar nomor kontak dengan scooterist yang tadi baru saya kenal, membuktikan bahwa teman sehari bisa jadi sahabat selamanya,” tutur pemilik Troupe tersebut.

Di setiap tempat bersejarah mulai dari Museum Taman Prasasti, Museum Bahari, hingga Tugu Proklamasi, lalu kembali ke Parkir Timur Senayan tempat Parjo digelar, para scooterist berhasil menyelesaikan misi yang berbeda. Selain misi Kode Cowo yang mencerminkan ‘Teman Sehari Sahabat Selamanya’ dan ‘Selalu Siap Bantu Teman’, pada check point kedua, mereka ditantang untuk tunjukkan bahwa ‘Jabat Tangan Lebih dari Tanda Tangan’.Misi ‘Jabat Tangan Lebih dari Tanda Tangan’ cukup unik karena berkaitan dengan sejarah Museum Bahari sebagai titik nol kota Jakarta.

Para scooterist yang singgah dimuseum tersebut perlu mengetahui bahwa pada zaman kolonial, tempat yang mereka singgahi adalah pusat perdagangan utama VOC.

“Selain semakin mempereratpersaudaraan kami, misi di tempat bersejarah juga mengedukasi para scooterist agar menjadi lebih cerdas terutama dalam memilih berbagai kegiatan seru bersama,” ungkap Ade.

Setelah melalui rally wisata selama kurang lebih dua jam, Ade dan para scooterist berkumpul di booth Unity Pitstop untuk melepas lelah dengan berbagai kegiatan atraktif khas bikers. Permainan seru untuk adu performa motor seperti Wheelie Machine dan Motor Simulator, terdapat di booth selain Toko Untung yang menyediakan berbagai item busana ala bikers mulai dari t-shirt, jeans, jaket, hingga helm, seharga RP13 ribu saja.

Baca Juga: