Lelah Ketika Berkendara? Mungkin Terserang Auto Behavior System, Ini Tipsnya

Lelah Ketika Berkendara? Mungkin Terserang Auto Behavior System, Ini Tipsnya

KabarOto.com - Beberapa waktu lalu KabarOto sudah membahas terkait microsleep, nah kali ini agak mirip masih terkait hal-hal yang bisa membahayakan saat mengemudi. Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dengan istilah ABS, tapi jangan salah, bukan soal rem kendaraan loh.

ABS yang kali ini dibahas adalah kepanjangan dari Auto Behavior System. Berbeda dengan microsleep yang bisa menyerang seseorang yang bugar, ABS akan menyerang orang-orang yang kelelahan. Hal ini sering terjadi ketika selesai beraktivitas seharian atau dalam perjalanan panjang.

Baca Juga: Kenali Bahaya Microsleep Ketika Berkendara Akibat Otak Tertidur

Tapi jangan disepelekan, hal ini bisa menyerang saat pagi hari loh. Misalnya ketika malam harinya Sobat KabarOto tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Nah, yang perlu diperhatikan sebelum syndrom ini menyerang yaitu harus memiliki kualitas tidur yang baik.

Jusri Pulubuhu selaku Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menyarankan, "Untuk mengantisipasi ABS yaitu harus tidur berkualitas sebelum perjalanan jauh, minimal 6 sampai 7 jam."

Perlu Sobat KabarOto ketahui nih, kualitas tidur yang baik tidak hanya lama loh, juga harus memerhatikan tingkat kedalaman. Nah, untuk tingkat kedalaman yang dimaksud adalah kenyenyakan seseorang ketika tidur. Jika lama tapi tidak nyenyak, tidak bisa dikategorikan sebagai tidur berkualitas.

Melalui Jusri Pulubuhu, KabarOto memberikan tips agar sobat KabarOto bisa mengatasi ABS apabila terserang di tengah perjalanan panjang. Ketika melakukan perjalanan yang memakan waktu lama, Sobat KabarOto harus istirahat maksimal 2 jam sekali atau setiap sudah ada tanda-tanda kelelahan.

Hal ini perlu dilakukan untuk refresh otot-otot yang tegang selama perjalanan. Tidak hanya itu, menghirup udara segar juga bisa memberikan efek yang menyegarkan loh. Jika sobat KabarOto melanjutkan perjalanan, jangan mengemudi lebih dari 10 jam.

Baca Juga: Ketika Bosan Di Jalan, Ini Tips Menghindari Bahaya Microsleep

Alasannya, tingkat kewaspadaan dan fokus mengemudi akan berkurang. Tentu saja hal ini akan membahayakan pengemudi. Namun, jika memang diharuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan, Sobat KabarOto harus menggunakan supir pengganti.

Ketika Sobat KabarOto sudah mengemudi 10 jam dianjurkan untuk istirahat total, yaitu 6-7 jam yang berkualitas. Agar tubuh bisa kembali segar dan bisa menjalankan aktivitas seperti semula. Satu lagi yang perlu diperhatikan, jangan selalu mengandalkan kopi ketika mengantuk di perjalanan.