Mau Beli Outlander PHEV? Tenang Mitsubishi Support Home Charging

Mau Beli Outlander PHEV? Tenang Mitsubishi Support Home Charging Mitsubishi Outlander PHEV (Deni/KO)

KabarOto.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi membawa Mitsubishi Outlander PHEV untuk pasar otomotif Indonesia. Mobil ini jadi jawaban MMKSI untuk mengkampanyekan komitmen Mitsubishi mendukung kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Irwan Kuncoro, Direktor Sales & Marketing MMKSI menjelaskan, tujuan Mitsubishi menghadirkan Outlander PHEV tidak hanya sebatas mengejar penjualan saja. "Perlu ditekankan, tujuan kami menghadirkan Outlander PHEV itu untuk mengkampanyekan bahwa Mitsubishi berkomitmen dalam mendukung environment di Indonesia. Tapi tak dipungkiri bahwa ada beberapa prospect dan peminat. Dikesempatan lain kami akan sampaikan bahwa sudah ada SPK," ujarnya saat berbincang dengan KabarOto.

Baca juga: Diluncurkan Di GIIAS 2019, Yuk Intip Spesifikasi Mitsubishi Xpander AP4 Yang Digeber Rifat Sungkar

Karena, tambah Irwan, Outlander PHEV sendiri dianggap sebagai mobil listrik paling ideal untuk kondisi Indonesia saat ini. "Kami melihat PHEV paling pas untuk Indonesia, karena ini SUV, jadi tidak masalah dengan kondisi jalan. Aman dari banjir, jadi konsumen tidak perlu khawatir, karena mobil ini sudah di tes di MMS dalam kondisi banjir," bebernya.

Namun sayang, hingga empat hari penyelenggaraan GIIAS 2019, MMKSI belum mencatatkan penjualan untuk produk terbarunya itu. "Kalau penjualan PHEV di ajang GIIAS hingga Minggu (21/7/2019) kemarin belum ada SPK. Tapi pemesanan di luar atau sebelum GIIAS sudah ada yang inden," papar Imam Choeru Cahya, Executive General Manager Sales & Marketing Division.

Outlander PHEV

Sebagai catatan penting untuk masyarakat yang berminat untuk meminang mobil ini. Mitsubishi menegaskan bakal memberikan alat untuk pengisian baterai di rumah.

"Setiap konsumen yang membeli Outlander PHEV itu kami harus pastikan dulu fasilitas listrik di rumahnya itu harus aman atau mampu mengisi daya baterai mobil ini, karena kami memberikan home charging, jadi kami harus pastikan dayanya cukup," beber Imam.

Sementara Andri Irawan, Head of Product Planning Department MMKSI menambahkan, daya yang harus dimiliki home charging tergolong besar dan harus terpisah dengan aliran listrik untuk rumah. "Home charging ini membutuhkan 3.600 watt, tidak bisa digabung dengan listrik rumah," jelasnya.

Charging Station Outlander PHEV

Mitsubishi Outlander PHEV memang ditujukan bagi konsumen kelas atas yang notabene memiliki rumah dengan daya listrik mumpuni untuk mengisi daya listrik kendaraan tersebut.

"Dengan harga lebih dari Rp 1 miliar, hampir bisa dipastikan kondisi ekonomi konsumennya sudah sangat mapan, jadi biasanya daya listrik rumahnya juga sudah mumpuni [untuk pengisian daya listrik Outlander PHEV]," jelasnya.

Baca juga: Cerita Seru Keluarga JoW Taklukkan 34 Negara Dengan Mitsubishi Pajero Sport

Mitsubishi sendiri saat ini sedang menunggu regulasi mengenai aturan perpajakan kendaraan listrik yang tengah dirancang oleh pemerintah.

"Pemerintah saat ini sudah mengarah ke policy mengenai mobil listrik atau new energy vehicle. Tetapi kami masih menunggu aturan perpajakannya seperti apa, kemudian rencana membangun chargin station. Kami masih menunggu pemerintah akan hal tersebut," tukasnya.