KabarOto.com - Sedan eksekutif yang jadi tulang punggung penjualan Mercedes-Benz akhirnya mendapatkan penyegaran paling masif. Mercedes-Benz resmi merilis model terbaru C-Class Saloon dan Estate dengan membawa transformasi besar-besaran di sektor teknologi, desain, hingga efisiensi mesin.
Pemesanan untuk pasar global resmi dibuka mulai 18 Agustus 2026, dengan harga awal di Jerman dibanderol mulai dari 41.045 Euro (sekitar Rp700 jutaan belum termasuk pajak) untuk tipe C 200 Saloon.
Sedan legendaris yang sudah terjual lebih dari 12 juta unit sejak 1982 ini kini mengusung filosofi "Welcome Home", menjadikan kabin mobil sebagai tempat berlindung yang personal, makin pintar, dan makin lincah.
Baca Juga: MINI Cooper S Rooftop Edition Usung Konsep Warna Terbalik

Wajah Baru Makin Elegan dengan Sentuhan Lampu Bintang
Sisi eksterior C-Class terbaru tampil jauh lebih tegas dan sporty. Fascia depannya kini menyematkan gril radiator baru berbalut aksen krom tegas lengkap dengan lampu contour lighting. Menariknya, motif bintang tiga sudut khas Mercy dipahat secara hot-stamped sehingga memberikan efek kedalaman tiga dimensi yang mewah.
Sistem pencahayaan juga mendapat upgrade besar lewat generasi baru Digital Light berteknologi micro-LED. Lampu utama dan lampu belakangnya mengusung grafis desain bintang yang iconic.
Lampu baru ini tak cuma 40% lebih terang dalam menjangkau jalanan, tapi juga hemat energi hingga 50%. Saat Anda mendekati mobil, terdapat fitur light projector di bagian side sill yang akan memproyeksikan pola logo Mercedes-Benz ke tanah sebagai salam penyambutan.

Kabin Canggih Berbasis Sistem Operasi MB.OS dan AI
Masuk ke dalam kabin, nuansa S-Class mini makin terasa kental. Mercedes-Benz menyematkan layar instrumen 12,3 inci dan layar sentuh tengah model portrait berukuran 11,9 inci. Namun, bintang utamanya adalah integrasi MB.OS (Mercedes-Benz Operating System).
MB.OS menghadirkan MBUX Virtual Assistant generasi ke-4 yang mengombinasikan kekuatan AI dari ChatGPT, Microsoft Bing, hingga Google Gemini. Cukup sapa "Hey Mercedes", asisten suara ini bisa diajak berdiskusi kompleks, mengingat preferensi pengemudi, hingga mencarikan lagu favorit yang lupa judulnya.

Sistem navigasinya pun kini terintegrasi langsung dengan Google Maps dan Google Cloud Automotive AI Agent untuk pencarian tempat parkir atau stasiun pengisian daya (charging station) secara real-time.
Bagi pencinta audio, Mercedes-Benz menyediakan opsi sistem Burmester® 3D Surround Sound dengan Dolby Atmos bertenaga 710 watt dan 15 speaker. Menariknya, fokus arah suara bisa menyesuaikan secara otomatis berdasarkan sensor sabuk pengaman penumpang yang terdeteksi!

Mesin Hibrida Makin Bertenaga dan Ramah Lingkungan
Sektor dapur pacu C-Class terbaru dirancang siap memenuhi standar emisi Euro 7. Semua varian mesin bensin dan diesel empat silinder kini dibekali teknologi Mild-Hybrid dengan Integrated Starter-Generator (ISG 2.0) 48-Volt. Teknologi ini memberi pasokan tenaga tambahan sebesar 17 kW (23 dk) dan torsi 205 Nm untuk akselerasi awal yang minim lag.
Pilihan mesin bensin M 254 EVO 2.000 cc hadir dalam tiga output:
- C 200: 177 dk / 270 Nm
- C 250: 218 dk / 320 Nm
- C 300: 258 dk / 400 Nm

Bagi pengemudi yang ingin sensasi mobil listrik murni tanpa rasa cemas jarak tempuh, varian Plug-in Hybrid (C 400 e 4MATIC) menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik berdaya baterai 19,53 kWh. Kombinasi ini menyemburkan tenaga hingga 395 dk dan torsi raksasa 650 Nm, serta sanggup berjalan penuh dengan mode listrik hingga 100 km (standar WLTP).
Baca Juga: Penjualan Hyundai di Eropa Turun 11 Persen, Model Baru Jadi Andalan
Manuver Lincah Berkat Rear-Axle Steering
Mengendarai C-Class di jalan sempit kini makin percaya diri berkat fitur Rear-Axle Steering. Roda belakang bisa membelok hingga 2,5 derajat berlawanan arah dengan roda depan pada kecepatan di bawah 100 km/jam. Hasilnya, radius putar mobil berkurang hingga 43 cm menjadi hanya 10,64 meter, sangat memudahkan saat parkir paralel atau putar balik.

Sistem keselamatan pun kian komplit lewat paket MB.DRIVE yang mengandalkan 10 kamera, 5 sensor radar, dan 12 sensor ultrasonik untuk memberikan fitur berkendara semi-otonom hingga perpindahan jalur otomatis.