Rekomendasi Pilihan Wisata Pandemi, MG Motor Indonesia Eksplorasi Sulawesi Selatan

Rekomendasi Pilihan Wisata Pandemi, MG Motor Indonesia Eksplorasi Sulawesi Selatan MG Motor Indonesia

KabarOto.com - Dijuluki sebagai Negara Seribu Pulau, Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang indah dan kebudayaannya yang beragam, terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata atraktif di dunia.

Pihak MG Motor Indonesia mengaku ingin turut menggali dan memperkenalkan potensi ini ke seluruh masyarakat, terutama di tengah kondisi yang belum memungkinkan untuk bepergian beramai-ramai.

Setelah #MGDiscoverIndonesia menjelajahi beberapa kawasan wisata di pulau Jawa bersama MG ZS dan MG HS, kali ini MG memanfaatkan kecanggihan teknologi dan fitur keselamatan yang tertanam pada HS i-SMART untuk menjelajahi kekayaan wisata alam di Indonesia bagian timur, yaitu Bulukumba dan Tana Toraja yang terletak di Sulawesi Selatan.

Bercerita lebih lanjut terkait program ini, Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia mengungkapkan, “MG berhasil menangkap cerita dan gambar-gambar indah dari sejumlah wilayah penuh daya tarik di Sulawesi Selatan yang dapat dinikmati para penggemar MG dan pecinta kegiatan pariwisata.”

Baca juga: MG ZS T Meluncur Di Filipina Gendong Mesin Turbo

Pada perjalanan kali ini, MG HS i-SMART dibawa untuk mengarungi perjalanan dengan medan yang beragam, mulai dari Desa Kahayya, Titik Nol Bulukumba, Tanjung Bira hingga ke Enrekang dan Tana Toraja.

Terletak kurang lebih 34 km arah utara dari pusat kota Bulukumba, Desa Kahayya menjadi pilihan destinasi yang tepat apabila Sobat ingin melepas penat dari suasana perkotaan.

Besarnya potensi wisata yang ada pada Desa Kahayya ini juga telah menjadikannya sebagai desa wisata Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dengan kategori berkembang. Namun, fakta geografis Desa Kahayya yang berada tepat di bawah kaki gunung Lompobattang membuat kondisi jalan yang harus ditempuh menjadi sedikit lebih menantang.

Setibanya di Desa Kahayya, Sobat bisa menikmati segarnya udara pada ketinggian 900-2.800 mdpl sambil menyeruput kopi panas dan melihat perkebunan kopi yang merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat di Desa Kahayya.

Selain destinasi wisata yang berada di kawasan pegunungan, Bulukumba juga kaya akan destinasi wisata pantai dan laut yang sayang apabila dilewatkan, salah satunya adalah Pantai Tanjung Bira. Pantai ini menyuguhkan pemandangan hamparan pasir putih yang indah dan air laut yang berwarna biru.

Tidak jauh dari Pantai Tanjung Bira, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan juga baru-baru ini memperkenalkan wisata Titik Nol Bulukumba. Lokasi wisata ini disebut sebagai salah satu destinasi yang cukup ekstrem karena berada pada titik bertemunya arus angin barat dan angin timur, serta arus laut dari arah Selat Makassar dan Laut Flores.

Baca juga: Sempat Tertunda, Akhirnya MG Marvel R Electric Meluncur Di Eropa

Para pengunjung Titik Nol Bulukumba ini dapat berfoto di depan tugu perahu pinisi dan prasasti penanda Titik Nol Bulukumba yang berada di ketinggian 50 m di atas permukaan laut.

Mengunjungi Desa Tana Beru, Sobat dapat melihat pekerjaan masyarakat setempat yang membangun kapal pinisi secara manual tanpa adanya gambar rancangan bangunan.

Kebudayaan ini sukses meraih sertifikat dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Perahu dari Desa Tana Beru ini telah melanglang buana ke berbagai negara dan 75% dari pesanan kapal datang dari luar negeri dengan harga miliaran.

Tradisi pembuatan perahu yang diakui sebagai salah satu sumber nafkah warga Bulukumba ini pun masih dipertahankan, proses memilih kayu hanya dapat dilakukan pada hari yang diyakini baik, yaitu hari kelima atau hari ketujuh pada setiap bulan dengan kepercayaan angka lima melambangkan rezeki yang telah diraih dan angka tujuh melambangkan selalu mendapatkan rezeki. Selain itu saat akan berlayar, masyarakat setempat juga akan melaksanakan upacara Maccera Lopi dengan tujuan menyucikan perahu agar diberi keselamatan.

Perjalanan tim MG selanjutnya adalah menjelajahi kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah di Sulawesi, dan dikatakan berpotensi besar menjadi destinasi wisata baru.

Siang hari, Sobat akan menikmati suasana pedesaan dengan pemandangan hamparan Gunung Nona dan langit biru. Di malam hari, Sobat akan disuguhkan dengan gemerlap lampu sepanjang mata memandang yang berasal dari lampu-lampu teknologi pengusir hama di lahan bawang milik petani, sehingga Sobat akan merasa sedang berada di perkotaan namun dengan udara yang bersih dan sejuk.

Sebelum ke Toraja Utara, tim MG menyempatkan diri untuk mampir di Tana Toraja yang merupakan ikon budaya dan pariwisata Sulawesi Selatan. Tidak hanya budayanya yang amat terkenal di dunia, dengan letak geografisnya yang berada di ketinggian, Tana Toraja menyuguhkan berbagai pilihan wisata alam mulai dari bukit dan pegunungan hingga air terjun yang eksotis.

Sobat dapat dengan puas menyaksikan pemandangan alam Toraja di puncak bukit Buntu Burake yang berada pada ketinggian 1700 mdpl, yang terdapat patung Yesus tertinggi yang ikonik berdiri dengan megah di sini.

Setelah puas menikmati keindahan alam di Tana Toraja, Sobat dapat mengemudikan mobil menuju Kampung Lolai, sebuah negeri di atas awan yang amat sangat cantik terletak di Toraja Utara untuk menikmati matahari terbit atau terbenam di sela-sela hamparan awan.