Mizzle Indonesia Sudah Ekspor Ban Ke Asia Sampai Afrika

Mizzle Indonesia Sudah Ekspor Ban ke Asia sampai Afrika

KabarOto.com - Siapa yang tidak kenal dengan ban motor merek Mizzle. Ya, ban asal Prancis ini sudah banyak digunakan oleh pengguna kendaraan bermotor di seluruh dunia. Bahkan, kualitas ban ini sudah tidak diragukan lagi. Namun siapa sangka, jika Mizzle kini sudah memiliki pabrik di Indonesia. Tepatnya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Produksi sampai peredaan Mizzle di Indonesia di bawah PT Banteng Pratama Rubber (BPR). Mereka memproduksi untuk semua ukuran, mulai dari ring 13 inci sampai ring 17 inci. Selain digunakan harian, ban Mizzle juga dipercaya oleh para pembalap road race dan drag race sangat tangguh.

Baca Juga: Sudah Diproduksi, Mizzle Tunda Perkenalan Ban Khusus Yamaha NMax

Ban Mizzle ring 14

BPR sendiri tidak hanya memasarkan ban ini di dalam negeri, mereka sudah melakukan ekspor ke berbagai negara di Asia. "Kalau Asia, rata-rata pengiriman dari sini," terang Freddy Yohannes, Head of Promotion PT BPR. Untuk materaial, karet berasal dari Indonesia, hanya beberapa bagian saja yang masih impor. "Karet hampir 100% dari Indonesia," terangnya lagi.

Negara-negara yang dimaksud Freddy adalah, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, Mesir dan masih banyak lagi yang tidak bisa ia sebutkan. Untuk ukuran, Freddy menuturkan ada dua ukuran terlaris. "Laku semua sih, tapi yang paling laris ukuran 14 inci dan 17 inci," terangnya.

Lalu tipe ban yang paling laris, menurut ia adalah tubeless. "Tubeless laku sekarang," paparnya. Berbicara masalah kualitas, Freddy menjelaskan, sampai saat ini konsumen tidak pernah komplain. "Kalau kualitas bukan sombong, konsumen tidak pernah komplain," terangnya. Komplain yang dimaksud adalah ban retak-retak pada bagian pinggiran.

Baca Juga: Meski Pandemik Covid-19, Ban Mizzle MR X Laris Di Pulau Jawa

"Sintetisnya kami lebih banyak, jadi gak mudah retak," terangnya. Jika dibandingkan, harga ban Mizzle dari sekian banyak produsen ban di Indonesia, berada di tengah-tengah. Namun, konsumen Indonesia yang menentukan. "Konsumen dihadapkan pada pilihan yang beragam, mereka tinggal milih," papar Freddy.