Mizzle Perlu Proses Hadirkan Ban Motor Berkualitas Di Indonesia

Mizzle Perlu Proses Hadirkan Ban Motor Berkualitas di Indonesia Untuk mengembangkan produknya, produsen ban butuh waktu hingga satu tahun riset dan pengujian

KabarOto.com - Sebuah produk yang akan dipasarkan ke masyarakat tentunya harus melewati berbagai tahapan pengujian atau yang biasa disebut riset. Agar nantinya produk tersebut bisa diterima oleh masyarakat memenuhi kebutuhan mereka.

Salah satunya adalah ban motor. Menghadirkan ban yang tangguh dan awet sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, produsen terlebih dahulu melakukan riset dan pengujian. Keduanya membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak hanya satu atau dua bulan, bahkan bisa sampai satu tahun lebih.

Baca Juga: Bisa Untuk Balap Dan Harian, Mizzle Luncurkan Ban MR X

Begitu pula dengan PT Banteng Pratama Rubber (BPR), produsen ban merek Mizzle yang sudah banyak digunakan pengendara motor di Indonesia. Mereka melihat kebutuhan ban masyarakat di Indonesia seperti apa. BPR juga melihat kebutuhan ban balap untuk digunakan di kejuaraan nasional dan kejuaran daerah.

Mizzle MR X yang baru meluncur 7 Juli 2020

Hasilnya, mereka memutuskan untuk membuat ban yang bisa digunakan untuk balap dan juga untuk harian. Namun bahan yang digunakan dengan kualitas terbaik. Seperti yang baru saja di luncurkan, Mizzle MR X. PT BPR sudah melakukan riset dan pengujian dari tahun 2019, dan baru diproduksi secara massal di pabrik Citreup, Bogor.

“MR X ini sudah lalui riset dari tahun lalu, dan baru diproduksi tahun ini. Pengujian yang kami lakukan cukup lama,” terang Freddy Yohannes, Head of Promotion PT BPR kepada KabarOto.com di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

PT BPR tidak hanya melakukan pengujian di laboratorium. Setelah memproduksi hingga puluhan ban, mereka meminta pembalap mencobanya di sirkuit. Selain itu juga karyawan diminta untuk pulang ke kampung halaman menggunakan motor dengan ban uji coba.

“Ini lebih real pengujiannya, di sirkuit balap bisa berapa lap, kalau pulang kampung, sehari berapa kilometer kali satu minggu, berapa kilometer ban itu bisa bertahan,” terang Freddy lagi.

Ban Motor butuh riset dan pengujian yang lama untu dilempar ke pasar

Bahkan, mereka pun menguji ban tersebut ke pedagang yang selalu membawa ratusan kilo ikan segar dari Muara Karang ke Tangerang. “Dengan beban dan jarak yang mereka tempuh seberapa tahan produk kami. Jadi pengujiannya bukan hanya di lap atau di lapangan pengujuan saja. Lebih ke kondisi nyata,” terang Freddy lagi.

Baca Juga: Perhatikan Cara Ini Kalau Mau Ban Motor Awet

Setelah diuji produk tersebut gagal, maka ban akan dihancurkan, dibuat baru lagi kemudian di uji lagi, begitu seterusnya sampai di titik akhir.

“Ya bisa sampaui puluhan kali kita proudksi untuk dicoba, gagal hancurkan, begitu seterusnya, sampai menemukan produk yang bagus,” terangnya.