Mobil Balap Jarang Pakai Coolant, Kenapa?

Mobil Balap Jarang Pakai Coolant, Kenapa?

KabarOto.com – Air atau coolant digunakan sebagai cairan utama pendingin mesin. Biasanya untuk mobil-mobil zaman modern, pabrikan sudah memakai coolant sebagai standar.

Namun, walau coolant dinilai lebih baik dan konsisten dalam titik didihnya ketimbang air, namun kebanyakan di mobil balap, coolant sangat jarang digunakan dan hanya pakai air biasa. Apakah artinya air biasa lebih baik untuk pendinginan mesin?

Eits jangan salah dulu, ada penjelasannya nih sob! Rifat Sungkar menjelaskan bahwa penggunaannya berbeda.

Baca Juga : Lampu Kendaraan Mati? Jangan Langsung Vonis Bohlam Putus, Cek Bagian-bagian Ini

Pertama dari penggunaannya, untuk mobil biasa yang menggunakan air biasa. “Air bagaimana pun radiator itu terbuat dari besi atau alumunium, selang-selangnya tidak semua karet, ada juga besi jadi bisa berpotensi menimbulkan karat dikemudian hari. Serta disarankan untuk ditambah, karena jika air itu berulang kali mendidih, jadi uap, maka airnya berkurang,” jelas Rifat.

“Radiator coolant pastinya lebih baik dari air, karena semua formulanya dibuat untuk pendinginan mesin lebih baik. Coolant lebih tahan panas, dan zat-zatnya bisa meredam dan menyalurkan sirkulasi lebih baik. Serta karena ini bukan air, maka bisa melubrikasi bagian radiator dan sistem pendinginan, dan perawatannya tidak sesering air,” paparnya.

Baca Juga : Ini Penjelasan DOT Dan Angka Di Belakang Cairan Rem

Nah, kenapa banyak mobil balap tidak memakai coolant karena kandungan lubrikasi yang ada di dalamnya. “Kalau ada apa-apa, misalnya radiatornya pecah, karena coolant ada pelumasannya jadi berakibat permukaan jalan jadi licin. Air tidak membahayakan untuk permukaan jalan. Lebih baik pakai air sehingga bisa menguap ketika di aspal,” ujar Rifat.