POPULAR STORIES

Mobil Jadul Daihatsu Berkeliaran Di Acara Balad 2018, Ini Tanggapan APM

Mobil Jadul Daihatsu Berkeliaran di Acara Balad 2018, Ini Tanggapan APM Sejauh mata memandang, memang sebagian mobil jadul tersebut masih dalam kondisi relatif terawat dan tampak masih sering dipakai jalan. (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Acara Bandung Lautan Daihatsu (Balad) 2018 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/11/2018) lalu berhasil menyedot perhatian 5.000 pengunjung dan 55 komunitas mobil.

Angka tersebut termasuk puluhan komunitas mobil Daihatsu lawas, jadul atau klasik, seperti Hi-Jet, Charade, Zebra, Taruna, Taft, Charade, Classy, Feroza, dan sebagainya.

Sejauh mata memandang, memang sebagian mobil jadul tersebut masih dalam kondisi relatif terawat dan tampak masih sering dipakai jalan.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang menyelenggarakan acara Bandung Lautan Daihatsu (Balad) 2018, mengaku tidak menyangka bisa melihat kembali mobil-mobil Daihatsu yang sudah tua dan tidak diproduksi lagi. Seperti Fellow Max yang diproduksi 1970-an dan Daihatsu Midget, yang kondisinya masih bisa dipakai jalan.

Baca Juga: Bandung Lautan Daihatsu 2018 Sedot 5.000 Pengunjung Dan 50 Klub

"Ini temuan yang luar biasa. Kami juga tidak tahu mereka dapat komponennya dari mana," ujarnya seraya tertawa di arena Balad 2018 di Kabupaten Bandung.

Menurut Amelia, Daihatsu mempunyai dua kebijakan terkait komponen mobil yang sudah tua dan tidak diproduksi lagi di Indonesia. Pertama, terkait komponen slow moving atau non-reguler maintenance, pihaknya menyediakan komponennya selama 8 tahun.

Namun, sejak Daihatsu Indonesia banyak mengekspor produknya, jangka waktunya ditambah menjadi 15 tahun sejak mobil tersebut diproduksi.

Kedua, terkait komponen reguler untuk perawatan rutin, ini berjalan sesuai bisnis saja. Artinya, ada komponen original yang disiapkan oleh Daihatsu, tapi ada pula komponen non-original di pasaran. Komponen ini biasa dikenal dengan komponen KW yang biasanya diproduksi di Cina.

Pada pandangannya, hal tersebut memang menimbulkan pro dan kontra. Namun, prinsipnya, sepanjang bagus buat konsumen dalam arti membantu kebutuhan komponen bagi pemilik mobil Daihatsu, tidak apa-apa.

"Ini kami maklumi saja sebagai bisnis, karena merek Daihatsu bersama Toyota adalah yang terbesar di pasar otomotif Indonesia," tutup Amelia.

Baca juga: Daihatsu Tantang Terios Taklukkan Alam Maluku

POPULAR STORIES