Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Noda Mercedes Usai Hamilton Menangi GP Rusia

Selasa, 02 Oktober 2018
Noda Mercedes Usai Hamilton Menangi GP Rusia

Foto: formula1.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Duet Mercedes AMG Petronas F1: Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas sukses finis posisi 1-2 pada lomba putaran ke-16 Formula 1 (F1) 2018 di Sirkuit Sochi, Rusia, Minggu (30/9).

Namun kemenangan ini terasa seperti kekalahan, melihat strategi Mercedes menginstruksikan kepada Bottas untuk menyerahkan posisi pertama kepada Hamilton. Bagaimana tidak, Bottas memang selalu tampil lebih impresif ketimbang Hamilton di Sochi.

Melihat fakta pada sesi kualifikasi, ia bisa berstatus pembalap tercepat. Hal sama berlaku pada lomba. Bottas menguasai jalannya paruh pertama lomba GP Rusia. Namun pada lap ke-24, ia mendapat perintah untuk merelakan posisinya kepada Hamilton.

Strategi team orders dari Mercedes bisa dimengerti. Karena Hamilton sedang bersaing untuk menjadi juara dunia dan coba menjauh dari rival terdekat, Sebastian Vettel (Scuderia Ferrari). Namun tentu saja apa yang terjadi di Sochi sangat menyakitkan untuk Bottas.

Baca Juga: Rio Haryanto Kembali Ke Balapan SIC888

Tampak suasana podium GP Rusia jadi tidak menyenangkan di lihat. Jelas dalam lubuk hati paling dalam, ia sulit menerima perintah team orders dari tim. Namun Hamilton menegaskan strategi ini bukan keinginan dirinya.

“Saya bilang ke Valtteri, meyakinkan dia, bahwa ini bukan sesuatu yang saya inginkan. Tim merasa perintah tersebut adalah yang terbaik buat kami. Tapi ini memang menempatkan kami di posisi yang aneh," kata Hamilton.

Adapun Direktur Eksekutif Mercedes, Toto Wolff membenarkan strategi team orders di Sochi merupakan sebuah instruksi yang jahat. Namun ia berdalih lebih baik menerapkan hal tersebut di GP Rusia ketimbang putaran terakhir.

"Terkadang Anda harus menjadi orang jahat, dan itu yang saya lakukan hari ini. Anda harus mempertimbangkannya. Apakah lebih baik menjadi orang jahat di sore hari Minggu (lomba GP Rusia), atau jadi orang idiot di Abu Dhabi (putaran terakhir F1 2018) pada akhir musim nanti? Saya lebih memilih jadi orang jahat hari ini," Wolff mengungkapkan.

Baca Juga: Alonso Masih Galau Usai Nanti Pensiun Dari F1

Adapun walau sempat menunjukkan muka dingin, Bottas mengaku mengerti dengan strategi team orders Mercedes. Dia sadar rekan setimnya lebih membutuhkan poin maksimal ketimbang dirinya.

"Jika Anda berada pada posisi pemimpin tim, buatnya, tim tidak penting saya atau Hamilton yang menang selama tim finis 1-2 dan kami mendapat poin maksimal. Pada akhir musim, hanya Hamilton yang akan bersaing jadi juara dunia. Jadi lebih baik, Hamilton yang menang," Bottas mengungkapkan. (Tri Andika Wahyu)

Tags:

#Formula1 2018 #Formula 1 #Lewis Hamilton
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Rio Fajar

Automotive journalist since 2007, starting in print media and now specializing in online digital media. Meticulous in editing with a keen eye for detail, and extensive experience reviewing cars, motorcycles, and anything powered by an engine. Over the years, I have driven and evaluated a wide range of vehicles, from everyday passenger cars such as MPVs, SUVs, and hatchbacks to high-performance sports cars, supercars, and the latest electric vehicles. My hands-on experience enables me to provide practical, real-world insights beyond technical specifications. Beyond journalism, I have been actively involved in motorsports since 1997, participating in drag racing, sprint rally, and off-road competitions. Today, I am also focused on developing and growing digital automotive media through high-quality editorial content, engaging storytelling, and strategic audience development.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan