Pandemi Covid-19 Mulai Berdampak Ke Penjualan Motor Bekas

Pandemi Covid-19 Mulai Berdampak ke Penjualan Motor Bekas Diler motor bekas SR di kawasan Srengseng, Jakarta Barat

KabarOto.com - Pandemi Covid-19 memberi dampak pada perekonomian di beberapa negara, termasuk Indonesia. Semua sektor terkena imbas dari virus ini.

Tak terkecuali jual beli sepeda motor bekas yang saat ini menurun drastis. Penurunan penjualan bisa sampai 50 persen sebelum ada wabah corona, namun setelah wabah ini mulai masuk Indonesia, makin parah.

Baca Juga: Mewaspadai Beli Motor Bekas Terendam Banjir

"Sebelumnya menurun sampai 50 persen, pas ada Corona lebih parah," ujar Irwan, pemilik diler motor bekas SR Motor. Dalam satu bulan, saat kondisi normal diler yang terletak di daerah Srengseng, Jakarta Barat ini mampu menjual hingga di atas 20 unit motor. Namun saat ini tidak sampai 10 unit.

Irwan bersama konsumen di depan dilernya

"Biasanya 20 unit lebih, tapi sekarang gak sampai 10 unit, kondisinya begini, susah," terangnya. Untuk harga, Irwan mengatakan masih normal, paling ada penurunan sampai Rp 1 juta. "Motor yang banyak dicari tetap matik," tambahnya.

Dalam situasi saat ini juga ia masih menahan untuk membeli motor bekas, karena yang stok lama juga masih ada di dilernya. "Banyak yang jual ke saya, nawarin harga lebih tinggi dari pasaran, tapi sekarang saya tahan-tahan aja dulu beli motor," tambahnya.

Baca Juga: Gunakan Viar Q1, Layanan Sewa Motor Vrent Hadir Di Kota Bekasi

SR Motor sendiri menjual semua jenis sepeda motor, mulai dari Matik sampai motor 250 cc, bahkan Moge. Irwan pun berharap kondisi saat ini bisa kembali normal agar usaha yang dibangunnya bisa terus berjalan.