Pemerintah Bangun Jalan Ribuan Kilometer Di Pulau Kalimantan

Pemerintah Bangun Jalan Ribuan Kilometer di Pulau Kalimantan Jalan di perbatasan pulau Kalimantan (PUPR)

KabarOto.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini secara bertahap tengah membangun jalan paralel perbatasan di Pulau Kalimantan sepanjang 1.920 Km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan perbatasan bernilai strategis karena disamping fungsi pertahanan dan keamanan negara juga membuka daerah terisolir dan menumbuhkan ekonomi kawasan perbatasan.

Baca Juga: Dari Mercedes-Benz 600 Pullman Hingga Range Rover, Ini Dia Koleksi Mobil Langka BJ Habibie

"Pembangunan jalan perbatasan merupakan implementasi dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, untuk membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI," kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya.

Ditargetkan seluruhnya beraspal pada 2024

Di Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Paralel Perbatasan membentang mulai dari Temajuk hingga Batas Kalimantan Timur sepanjang 827,97 Km. Kondisi jalan saat ini sudah teraspal sepanjang 317,05 Km (38%), lapisan agregat sepanjang 253,29 km (31%), dan masih berupa perkerasan tanah 257,63 km (31%).

Agar aman saat dilintasi, Jalan paralel perbatasan memiliki standar lebar minimal 7 meter dan ruang milik jalan (Rumija) minimal 25 meter.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto mengatakan meski jalan sudah tembus, pengaspalan diprioritaskan pada area yang sudah ada permukiman dan terdapat fasilitas umum. "Direncanakan sampai akhir 2024 sudah teraspal semua," ujarnya.

Dari 12 ruas/koridor yang ada, sebanyak 4 ruas sudah jalan dalam kondisi teraspal seluruhnya, yakni ruas Nanga Badau-Lanjak sepanjang 44,92 km, Lanjak-Mataso sepanjang 25,72 km, Mataso-Tanjung Kerja sepanjang 54,85 km, dan Tanjung Kerja-Putussibau sepanjang 37 km.

Mempermudah mobilitas masyarakat dan membuka daerah terisolasi

Pada tahun ini ruas yang ditangani adalah Ruas 1 Temajuk-Aruk (61,93 km), dimana saat ini sudah teraspal sepanjang 12 km dan sisanya masih berupa lapisan agregat sepanjang 49,93 km.

Baca Juga: Ingin Punya Kendaraan Listrik? Ini Besaran Daya Yang Dibutuhkan Di Rumah

Pada ruas tersebut juga dibangun sebanyak 8 jembatan dengan panjang antara 20-90 meter. Selain itu juga dilakukan perbaikan sebanyak 64 jembatan kayu yang ada.

Untuk Ruas 2 Aruk-Bts. Kec.Siding/Seluas dari panjang 53,61 km sudah dalam kondisi beraspal sepanjang 41,6 km dan perkerasan tanah sepanjang 12,01 km.

Selain itu dilakukan perbaikan terhadap 19 jembatan kayu yang sudah lapuk dengan menggantinya dengan jembatan berupa box culvert.