Ingin Punya Kendaraan Listrik? Ini Besaran Daya Yang Dibutuhkan Di Rumah

Ingin Punya Kendaraan Listrik? Ini Besaran Daya yang Dibutuhkan di Rumah Mobil listrik BMW i8 (KO/Edo)

KabarOto.com - Pemerintah saat ini tengah serius mengembangkan kendaraan listrik, dengan harapan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi alat transportasi bebas emisi tersebut.

Beberapa persiapan pun sedang digodok, mulai dari regulasi yang salah satu poinnya mengenai pemberian insentif, hingga insfrastruktur. Harapannya, akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik.

Baca Juga: Serunya Menjajal Mobil Serbaguna AMMDes Bertenaga Listrik

Selain mengurangi polusi, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, meskipun itu masih dalam pro dan kontra. Karena, untuk pembangkit tenaga listriknya sendiri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih menggunakan sumber energi batu bara.

Pengisian di rumah lebih cenderung menggunakan arus AC (slow charging)

Sebagai tahap awal, pemerintah telah membuat stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di beberapa titik di Kota Jakarta. Seperti di kawasan Gelora Bung Karno, Kantor BPPT, dan sejumlah SPBU Pertamina.

Pertanyaannya, bagaimana dengan kebutuhan daya listrik yang harus dimiliki di rumah, ketika seseorang memiliki kendaraan listrik? "Paling aman dayanya diatas 2.200 watt keatas," ujar Darmstater F Yimmy R, Kepala Divisi Engineering PT. Powerindo Prima Perkasa (PPP).

Alat charging buatan PT. PPP dengan merek Proteksindo

Daya tersebut dianggap batas minimal yang aman untuk di rumah, dengan pertimbangan penggunaan alat elektronik rumah tangga lainnya, semisal kulkas, oven, dan pendingin udara. "kalau kurang dari 2.200 wat dikhawatirkan tidak akan kuat kalau semua peralatan dipakai berbarengan," kata pria yang akrab disapa Jimmy itu.

Penggunaan daya listrik akan menurun saat baterai hampir terisi penuh

Lebih lanjut ia mengatakan, biasanya alat charging kendaraan listrik khususnya mobil membutuhkan listrik yang cukup besar. "Biasanya angkatan awal penggunaan alat charging di angka 500 Watt, menggunakan arus AC," jelas Jimmy kepada KabarOto.

Baca Juga: Test Drive BMW I8 Coupe, Sebuah Sport Car Yang Nikmat!

Jimmy juga menjelaskan bahwa alat charging memiliki dua tipe arus, yakni AC (alternating current) atau arus bolak-balik dan DC atau arus searah. "Kita lihat lagi kebutuhan mobilnya, kalau DC bisa lebih banyak lagi listrik yang dibutuhkan karena sifatnya yang fast charging," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan pemilik sepeda motor listrik? "Kalau motor bisa lebih rendah daya listrik rumahnya, karena daya yang dibutuhkan tak sebesar mobil. Untuk alat charging sepeda motor listrik, angkatan pertama sekitar 200 watt," pungkas Jimmy.