POPULAR STORIES

Pemerintah Hapus Tarif Murah Taksi Online

Pemerintah Hapus Tarif Murah Taksi Online Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto

Pemerintah memastikan mulai 1 April 2017 tak akan ada lagi tarif murah untuk taksi online. Tarif yang diberlakukan untuk taksi online tak kan berbeda jauh dengan tarif taksi konvensional.

"Selama ini kan, ada tarif atas dan bawah. Dan ini yang selalu menjadi polemik, terutama untuk taksi konvensional. Karena taksi online pasang tarif harga jauh di bawah taksi konvensional, akhirnya menimbulkan polemik. Ini yang mau kita selesaikan,” jelas Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto saat konferensi pers di Gedung Karya, Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat (14/3).

Dikatakan, penerapan kebijakan ini akan berlaku menyeluruh awal April mendatang. Perusahaan aplikasi tak bisa lagi menentukan tarif murah untuk taksi online karena regulasi tarif sepenuhnya berada di tangan pemerintah.

"Misalnya, kira-kira taksi argo Rp50 ribu, kalau online cuma Rp10 ribu, kan, kacau. Jadi sekarang perbandingannya tarif taksi online jadi sekitar Rp40 ribu," kata Pudji.

Kebijakan penentuan tarif ini merupakan tindak lanjut dari revisi 11 poin Peraturan Menteri Menteri (PM) Perhubungan No. 32 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Selain menentukan tarif, dalam revisi tersebut juga sudah lahir regulasi untuk membatasi jumlah taksi online, sama seperti pembatasan taksi konvensional.

Revisi juga memunculkan aturan untuk menerapkan pajak bagi perusahaan aplikasi dan badan hukum yang mengelola.

"Karena di PM 32 sebelumnya tidak ada pajak, untuk kewenangan ada di Kemenkeu, sementara itung-itungannya ada di Dirjen Pajak," tutup Pudji.