Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemerintah Tiongkok Hapus Insentif Pajak Mobil Hybrid Mulai 2027

Senin, 13 Juli 2026
Pemerintah Tiongkok Hapus Insentif Pajak Mobil Hybrid Mulai 2027

Chery Omoda 7 (Foto: Chery)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah Tiongkok akan mengakhiri kebijakan pembebasan pajak tahunan untuk kendaraan hybrid, berjenis plug-in hybrid (PHEV) dan mobil listrik berteknologi range extender mulai 1 Januari 2027.

Keputusan tersebut dilakukan untuk mengurangi dukungan fiskal terhadap industri kendaraan energi baru yang kini telah berkembang pesat.

Kendaraan Elektrifikasi Dinilai Sudah Siap Bersaing

Kebijakan baru itu juga akan berlaku untuk sejumlah kendaraan niaga listrik, berbasis baterai dan kendaraan komersial berbahan bakar hidrogen. Pemerintah Tiongkok menilai berbagai segmen kendaraan elektrifikasi sudah cukup matang untuk bersaing, tanpa bergantung pada insentif pajak dari negara.

Meski demikian, mobil penumpang listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) tetap mendapatkan pengecualian dari pajak kendaraan tahunan. Hal itu disebabkan aturan perpajakan di Tiongkok masih mengacu pada kapasitas mesin dan emisi kendaraan, sementara mobil listrik murni tidak memiliki mesin pembakaran internal.

Baca Juga : Denza B8 Resmi jadi Mobil Patroli Terbaru Kepolisian Dubai

Insentif NEV Hingga Akhir 2027

Pencabutan insentif ini menjadi lanjutan dari pengurangan berbagai subsidi kendaraan listrik yang telah dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pemerintah setempat telah menghapus subsidi langsung untuk pembelian mobil listrik pada 2022.

Sementara itu, insentif pajak pembelian kendaraan energi baru masih berlaku hingga akhir 2027, tetapi nilainya telah dipangkas menjadi maksimal 15.000 yuan atau sekitar Rp34 juta, untuk kendaraan yang dibeli pada periode 2026-2027.

Baca Juga : Dibanjiri Mobil Cina, Asosiasi Otomotif Thailand Minta Pajak Dinaikkan

Tiongkok selama ini dikenal sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Tingginya penetrasi kendaraan energi baru membuat pemerintah mulai mengurangi berbagai insentif yang sebelumnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut.

Kebijakan terbaru ini diperkirakan akan semakin memperkuat fokus pasar terhadap mobil listrik murni, dibandingkan model plug-in hybrid dan range extender.

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
 

Tags:

#Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) #Mobil PHEv Terlaris 2025 #Mobil Hybrid Indonesia #Insentif Mobil Hybrid
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan