Pendapatan ICar Asia Limited Tumbuh 16% Di Kuartal Kedua 2019

Pendapatan iCar Asia Limited Tumbuh 16% di Kuartal Kedua 2019 Mobil Bekas

KabarOto.com - iCar Asia Limited, selaku induk perusahaan digital otomotif di ASEAN, membukukan pendapatan 3,73 juga dolar Singapura atau setara dengan Rp 36,5 miliar di kuartal kedua (Q2) tahun 2019.

Pencapaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 16% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu. Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh pemasukan dari seluruh lini bisnis mereka, termasuk pada bisnis mobil baru maupun mobil bekas di tiga negara yang mereka garap seperti Malaysia, Thailand, dan juga Indonesia.

Baca juga: Mobil Bekas Mulai Bangkit Lagi, Ini Merek Yang Banyak Dilirik

“Kami telah melanjutkan awal positif hingga 2019, sampai dengan kuartal kedua. Di mana kami telah melihat kemajuan yang kuat di ketiga negara. Malaysia dan Thailand mencapai lagi EBITDA dan arus kas positif di Q2,” ujar Hamish Stone, CEO iCar Asia Limited dalam keterangan resminya kepada KabarOto.

Menurut Hamish, Indonesia melanjutkan langkahnya untuk mengurangi separuh kerugian EBITDA-nya dan dengan biaya korporasi tetap datar, kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai titik impas EBITDA pada akhir 2019.

CEO iCar Asia

Pihak perusahaan mencatat, cashflow bersih operasional iCar Asia mencapai rekor terendah dalam 5 tahun. Pertumbuhan penerimaan kas yang kuat dan pengeluaran lebih rendah menyebabkan penurunan signifikan dalam arus kas keluar bersih operasional sebesar 48 persen YoY menjadi 1,77 juta dolar Australia.

Berdasarkan catatan perusahaan, torehan ini adalah kuartal keempat berturut-turut dari peningkatan arus kas keluar neto yang kuat dan merupakan hasil dari operasi iCar Asia di Malaysia dan Thailand, yang sekarang secara konsisten menjadi kontributor kas positif.

Baca juga: Tips Membeli Mobil Jeep Bekas

Sementara Indonesia, tercatat berhasil mengurangi separuh arus kas keluar neto dan biaya korporasi tetap stabil dibandingkan Q2 2018. Dengan torehan positif ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga menghasilkan pengurangan konsisten arus kas keluar operasi bersih saat perusahaan berkembang ke titik impas EBITDA pada akhir 2019.

Untuk itu, iCar Asia Indonesia berupa untuk mengembangkan monetisasi di segmen mobil bekas, membantu mengurangi kerugian EBITDA hingga setengahnya. Dengan upaya dapat lebih meningkatkan jumlah pengunjung dan calon pembeli kendaraan masing-masing mengalami peningkatan sebesar 1 persen dan 3 persen setiap tahunnya.