Penjualan Mobil Bekas Babak Belur Akibat Corona

Penjualan Mobil Bekas Babak Belur Akibat Corona Diler Handy Autos di Bllok M Square, Jakarta Selatan

KabarOto.com - Babak Belur. Dua kata itu yang digambarkan kondisi jual beli mobil bekas. Betapa tidak, di tengah mewabahnya virus Corona saat ini tidak ada orang yang membeli mobil bekas. Hal itu lantaran konsumen yang biasa datang ke diler atau melakukan pembelian secara online takut untuk bertemu dengan orang lain di diler atau di rumahnya.

"Mulai tanggal 15 Maret kemarin tidak ada penjualan sampai sekarang, biasanya penjualan sehari 25 sampai 30 mobil," terang Handy pemilik diler mobil bekas Handy Autos saat dihubungi KabarOto. Kendati demikian, dia tetap berikhtiar untuk membuka dilernya yang berada di Blok M Square lantai P5A. "Kami tetap buka untuk menghindari PHK, kami harap ada yang datang untuk membeli, kita fight terus," kata Handy.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Mulai Berdampak Ke Penjualan Motor Bekas

Handy juga membuat program penjualan untuk menarik konsumennya. Program tersebut antara lain mengantar kendaraan ke rumah konsumen agar mereka tetap berada di rumah dengan keselamatan yang terjaga.

Selain itu, dia juga membuat informasi yang di posting di media sosial. Info tersebut isinya memberitahukan bahwa diler tetap buka, dan team yang beraktivitas dipastikan dalam keadaan sehat. mereka juga melakukan SOP Healthy Clean sebelum bekerja.

"Mobil yang kami jual setiap harinya di semprot disinfektan yang sudah teruji," terangnya. Namun hal itu diyakininya tidak maksimal, karena menurutnya orang juga mulai irit mengeluarkan uang dan tetap tidak mau bertemu atau menemui orang lain.

Diler yang menjual semua jenis mobil ini penjualannya 90 persen dilakukan secara online. Dan, saat ini ada 38 unit stok yang belum terjual. "Kalau yang lihat-lihat dalam sehari juga belum tentu ada, ya kami berharap situasi kembali normal," terangnya.

Baca Juga: Toyota Limo Paling Banyak Dicari Konsumen Mobil Bekas

Lalu bagaimana dia menggaji karyawan-karyawannya? "Kita sudah menerapkan serba setengah sekarang, yang masuk setengah shiftnya gantian, sebagian libur gantian libur. Income mereka juga kita potong setengah, ini sementara sampai semua membaik demi kelangsungan usaha," tutup Handy.