KabarOto.com - Vespa LX dan Vespa S hadir dengan pendekatan desain yang berbeda untuk menjangkau konsumen dengan selera yang beragam.
Dalam wawancara bersama Public Relations, Communications and Brand Activation Senior Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, Ia menjelaskan bahwa LX mempertahankan karakter klasik, sedangkan S mengedepankan tampilan yang lebih sporty.
"Perbedaan tersebut menjadi salah satu cara perusahaan memberikan alternatif tanpa harus mengubah identitas dasar Vespa sebagai skuter dengan desain khas," ujarnya kepada KabarOto.
Baca Juga: Vespa Sprint Edisi 80 Tahun Terbaru, Intip Galerinya
Perbedaan Mendasar Vespa LX dan S
Karakter klasik pada Vespa LX terlihat dari pendekatan desain yang lebih sederhana dan elegan. Ayu menyinggung penggunaan lampu berbentuk bulat serta pilihan warna seperti lilac dan beige sebagai elemen yang mendukung kesan tersebut. "Kombinasi desain dan warna ini sesuai bagi konsumen yang menyukai tampilan lembut dan tidak terlalu agresif," katanya.
Sementara itu, Vespa S menonjolkan karakter yang lebih dinamis. Ayu menyebut elemen visual seperti grafis atau decal serta desain lampu sebagai bagian yang membedakannya dari LX. "Identitas sporty tersebut menjadi ciri utama model S dan ditujukan bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih tegas serta berorientasi pada gaya berkendara aktif," sambung Ayu.
Baca Juga: Intip Galeri Vespa GTS Super Tech 250 yang Hadir di Indonesia
Vespa Menawarkan Preferensi Konsumen
Perbedaan kedua model menunjukkan bahwa pengembangan produk tidak selalu harus dilakukan melalui perubahan kapasitas mesin. Karakter desain, warna, dan detail visual juga dapat menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian.
Bagi konsumen yang memiliki kebutuhan penggunaan serupa, perbedaan tampilan dapat menjadi faktor pembeda ketika memilih kendaraan.
Pendekatan tersebut juga selaras dengan upaya Piaggio Indonesia menjangkau konsumen dari berbagai kelompok usia. "Pengguna yang mengutamakan kesan klasik dapat mempertimbangkan LX, sedangkan mereka yang menyukai penampilan sporty dapat melirik S. Meski demikian, karakter desain tidak secara otomatis menentukan kelompok pengguna tertentu karena preferensi setiap orang tetap bersifat personal," pungkasnya.

