Pilih Turun Mesin Atau Swap Engine Nih, Sob?

Pilih Turun Mesin atau Swap Engine Nih, Sob? Pilih Turun Mesin atau Swap Engine Nih. foto: Wandha

KabarOto.com - Permasalahan pada mobil tak ada hentinya, apalagi pada bagian mesin yang tentunya menjadi segala sumber masalah untuk mobil itu sendiri. Apalagi mobil-mobil tua atau keluaran tahun lama. Tidak jarang juga masalah mesin mobil tidak bisa diselesaikan karena spare part atau komponen mobil yang terlampau jarang.

Nah, Sobat KabarOto tentu tidak asing dengan istilah turun mesin nih. Tapi masih belum banyak yang tahu kapan keadaan yang mengharuskan turun mesin, dan apa yang dilakukan pada mesin.

Baca Juga: Shell Klaim Pelumas Mereka Cocok Untuk Mesin Berbahan Bakar Biodiesel

Bengkel spesialis mobil diesel yaitu Garasi Kita, juga memiliki servis untuk turun mesin. Untuk mobil seperti Daihatsu Taft, kasus seperti ini sering muncul karena tergolong mobil tua yang cukup memiliki masalah. Ditambah sparepart orisinilnya cukup sulit ditemukan.

Turun mesin bisa dilakukan apabila kasus-kasus seperti mesin berasap, overheat akibat suhu mesin selalu naik. Biasanya ini dipengaruhi oleh air radiator yang sudah tidak normal, seperti berminyak atau berwarna. Karena mesin yang overheat ini mobil sering mati mendadak alias mogok.

Karena mesin sudah tidak berfungsi dengan normal, bisa saja air radiator habis. Selain itu, oli bisa menjadi salah satu tanda bahwa mobil sobat KabarOto sudah harus dilakukan turun mesin. Biasanya oli bocor menyebabkan busi menjadi sering basah akibat kebocoran tersebut.

Nah, Wahyu selaku pemilik Garasi Kita menjelaskan, "Turun mesin itu ya mesinnya turunin total. Di cek detil-detilnya, terus dilihat kerusakan-kerusakannya."

Proses turun mesin untuk di cek secara mendetil akan memakan waktu yang cukup lama. Misalnya satu bulan, atau bahkan lebih. Tidak hanya waktu, pengerjaan ini juga merogoh kocek cukup dalam loh. Di Garasi Kita, untuk spare part-nya saja bisa habis sekitar Rp 30 juta.

Baca Juga: Filter Solar Tambahan Pada Mesin Diesel, Lebih Baik Atau Hanya Mitos?

Biasanya pemilik mobil memilih turun mesin untuk mempertahankan keaslian spare part pada mobilnya. Tetapi, tidak sedikit mobil yang sudah dikerjakan untuk turun mesin tetapi tidak bisa ditolong, karena kerusakannya sudah terlalu parah.

Nah, biasanya pria yang akrab disapa Om Way ini tidak segan untuk memberikan solusi dengan swap engine. Om Way menjelaskan, "Jadi kalau mesin lama sudah nggak bisa di tolong, tuker mesin baru. Sebenarnya nggak baru sih, di-refurbish lah kalau bahasa sekarang. Jadi beli mesin dari luar kita ganti paking, kita setel ulang, ya kayak mesin baru jadinya."

Nyatanya solusi ini malah jauh lebih murah dibandingkan turun mesin loh Sob. Jika turun mesin bisa mencapai Rp 30 juta, untuk swap engine hanya sekitar Rp 20 juta, seharga itu pun sudah mendapat mesin turbo loh.

Untuk masalah waktu, tergantung dari negara asal nih. Kalau sedang cepat mesin baru bisa sampai dalam 10 hari. Tetapi, jika sedang lambat atau barang sedang jarang bisa-bisa memakan waktu satu bulan atau lebih hanya untuk menunggu mesinnya datang. Belum lagi masa pengerjaannya.

Tapi ada hal penting yang harus diperhatikan oleh sobat KabarOto nih. Swap engine bukan digantikan dengan mesin yang benar-benar baru. Melainkan diperbarui di luar negri, misalnya Jepang. Jadi, bagus atau tidaknya mesin yang nantinya didapat bergantung keberuntungan juga.

Jadi gimana, pilih turun mesin atau swap engine?