Seperti Ini Mobil Impian Teman Disabilitas Usai Kunjungi Telkomsel IIMS 2019

Seperti Ini Mobil Impian Teman Disabilitas Usai Kunjungi Telkomsel IIMS 2019 Teman Tuli test drive Mazda 3 di Telkomsel IIMS 2019

KabarOto.com - Bersama Kami Bijak, KabarOto memberi kesempatan teman-teman dari berbagai komunitas disabilitas untuk menikmati pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Di bagi menjadi dua kloter yang hadir pada 29 dan 30 April kemarin, antusiasme mereka tidak bisa dibendung.

Selama di Telkomsel IIMS 2019, komunitas disabilitas dapat melihat-lihat bahkan menikmati fasilitas yang ada seperti yang dirasakan oleh pengunjung biasanya. Alam seorang netra dari komunitas disabilitas menyampaikan rasa terima kasihnya untuk kesempatan yang diberi, "Saya senang sekali, benar-benar terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bisa datang ke Telkomsel IIMS ini. Kita dari teman-teman disabilitas jadi bisa tahu tentang mobil-mobil sekarang, bisa cobain juga."

Ternyata tidak semua teman disabilitas bergantung pada orang lain loh. Banyak teman-teman disabilitas yang bisa berkendara sendiri. Apalagi jika netra yang tidak sejak lahir atau low vision, mereka masih bisa untuk berkendara sendiri.

Berbicara tentang impian, mungkin belum banyak kendaraan yang dikhususkan untuk orang disabilitas, baik netra, daksa, atau tuli. Nah, Reza seorang tuli dari Komunitas Cahaya Disabilitas terbiasa menyetir sendiri untuk sehari-hari.

Baca juga: Wah, Teman Disabilitas Sangat Antusias Lihat Mobil Mewah Dan Truk Di Telkomsel IIMS 2019

"Saya bisa nyetir sendiri, biasanya nyetir sendiri juga. Kalau ada yang rusak bunyi-bunyi gitu saya tidak bisa dengar. Jadi saya tahu ada yang rusak itu misalnya ban karena terasa kalau disetir miring-miring. Terus kalau ada yang klakson saya tidak bisa dengar, jadi untuk membantu teman tuli seandainya ada yang klakson atau sesuatu terjadi di dalam mobil bisa ada lampu-lampu menyala," jelas Reza.

Hampir sama dengan Reza, Vinna yang merupakan penyandang tuli juga merasakan hal yang sama, "Saya bisa nyetir sehari-hari tapi sebentar-sebentar saja, misalnya servis mobil. Saya suka mobil-mobil yang tinggi soalnya takut kalau kena banjir tidak bisa lewat. Selama ini tidak terlalu ada masalah ketika nyetir mobil sendiri, sudah biasa setir sendiri. Tapi kalau bisa diperbanyak tanda-tanda di setiap bagian untuk mempermudah teman tuli, misalnya untuk bagian luar seperti ban bocor atau lainnya."

Beruntungnya moderen ini mobil makin komunikatif dengan pengguna, jika diperhatikan dalam instrument cluster banyak mobil terbaru yang memberikan banyak tanda untuk segala kerusakan. Sayangnya hal ini masih sulit untuk digapai oleh teman netra, di mana fungsi penglihatan lah yang tidak atau kurang berfungsi.

Ketika tim Kabaroto berbincang dengan Agus seorang penyandang netra, pria paruh baya ini mengatakan tahu tentang adanya mobil otonom. Agus juga merasa bahwa mobil seperti ini sangat membantu teman netra, "Oh iya saya tahu mobil otonom, tapi pasti harganya mahal sekali ya. Kalau ada mobil seperti itu (otonom) saya senang sekali, kemana-mana kan jadi tidak sulit ya bisa sendiri. Tapi melihat lalu lintas Jakarta yang padat yang cukup semrawut rasanya sulit kalau ada mobil seperti itu. Tapi saya suka kalau sampai mobil otonom itu ada di Indonesia."

Sedangkan penyandang daksa disuarakan juga oleh Alam yang berharap untuk mobil-mobil saat ini bisa memiliki akses untuk kursi roda. Sehingga akses keluar masuk kendaraan tidak sulit, karena selama ini penyandang daksa cukup merasa kesulitan karena proses gotong dari luar mobil.