Seru! Eksebisi E-Bike Di Cihuni Tangerang Diikuti Atlet MTB

Seru! Eksebisi E-Bike di Cihuni Tangerang Diikuti Atlet MTB Eksebisi e-Bike di Cihuni Tangerang (Kipli/Kabaroto)

KabarOto.com - Geliat kendaraan berpenggerak listrik kian menjamur secara global, termasuk Indonesia. Menuju ke jenjang yang lebih serius, kendaraan-kendaraan seperti sepeda listrik atau e-bike kini diperlombakan.

Contohnya balap eksebisi e-bike yang berlokasi di kawasan Cihuni, Tangerang. Peserta bahkan bukan hanya datang dari kelas pehobi saja, melainkan atlet balap mountain bike (MTB) atau sepeda gunung. Contohnya Atep Muhanna dan Awang.

Firman 'Oleb' selaku eksibitor dari Build a Bike mengaku antusias dengan gelaran ini. "Ya, memang masih tahap eksebisi dan belum ada kategori maupun kelas dalam balap e-bike ini, namun ini sebuah langkah awal yang baik untuk ekosistem e-bike sendiri," ujarnya saat diwawancarai KabarOto.

Baca Juga: Ini Profil Dan Spesifikasi Motor Listrik United T1800

Ada beberapa merek e-bike yang ternama di dunia otomotif roda dua maupun roda empat turut berpartisipasi di ajang ini, sebut saja Ducati maupun Jeep. "Beberapa merek besar biasanya punya spesifikasi tersendiri, misalnya motor listrik ada limiter atau batasan di kecepatan 35 kpj," jelasnya.

Ia pun mengapresiasi perkembangan teknologi yang diaplikasikan ke e-bike terbaru para eksibitor di ajang ini. "Rata-rata teknologinya sudah lebih baik dibandingkan dengan motor listrik yang digunakan sebelumnya," sambung Oleb.

Regulasi pada ajang tersebut pun dilonggarkan karena hanya sebatas eksebisi. Alasan lainnya juga pengguna e-bike ini rata-rata hanya ingin mencari kesenangan dan ada pula yang sudah lanjut usia. "Jadi motor listrik digunakan untuk membantu mereka dalam melewati rintangan," bebernya.

Baca Juga: Dari Skuter Sampai Sport, Ini Deretan Sepeda Motor Listrik Di IIMS 2022

Oleb bilang, acara ini setiap tahunnya memang rutin digelar, kurang lebih 5 hingga 6 event. "Selain di Cihuni, ada juga di JPG Bike Park di Lengkong BSD, dan Karawang," katanya.

Ia mengatakan bahwa partisipan di gelaran kali ini cenderung melandai. Hal tersebut menurutnya berdasarkan fakta bahwa tahun 2010 peserta yang ikut mencapai ratusan dengan kelasnya masing-masing.

"Kalau sekarang, memang mudah ditebak juaranya. Meski beberapa komunitas atau klub sempat hilang, namun tak sedikit juga yang lahir di era ini dan ikut andil dalam eksebisi," tutup pria yang juga berprofesi sebagai Head Store Build a Bike.