Sistem Kendaraan Otonom Akan Terganggu Karena Badai Matahari

Sistem Kendaraan Otonom akan Terganggu Karena Badai Matahari Sistem Kendaraan Otonom akan Terganggu Karena Badai Matahari (Karl Nielsen / theverge)

KabarOto.com - Saat ini banyak pabrikan mobil berlomba-lomba memproduksi dan meluncurkan kendaraan otonom pada beberapa tahun ke depan. Seperti yang dilakukan oleh General Motor yang akan memproduksi pada tahun 2019 nanti. Namun target yang sangat ambisius ini tidaklah mudah untuk diwujudkan karena berbagai macam alasan.

Seperti dilansir Carscoops, Rabu (21/3) dalam sebuah laporan komprehensif dari para ahli meteorologi ruang angkasa, telah mengungkapkan bahwa kendaraan tanpa sopir ini akan mengalami gangguan dari badai matahari.

Badai matahari walaupun terjadi hanya sesekali, namun dampak yang diakibatkannya dapat menghasilkan lonjakan besar pada aktivitas geomagnetik dan radiasi.

Misal sistem GPS yang digunakan pada kendaraan tanpa sopir akan terkena pengaruhnya, yang mengakibatkan terputusnya sistem dengan satelit. Bila itu terjadi, maka sistem pada kendaraan otonom akan kacau dan akan berakibat sangat berbahaya.

(Baca Juga : Efek Insiden Uber, Toyota Hentikan Uji Coba Mobil Otonom)

Hal ini disampaikan oleh Scott Macintosh, Direktur Observatorium high-altitude di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, bahwa penggunaan GPS dalam pemrograman kendaraan tanpa sopir dari Point A ke Point B adalah sebuah masalah.

Namun untungnya ada sistem untuk menghindari terjadinya bencana dari badai matahari, yakni dengan mengandalkan sistem informasi dari satelit yang menjadi titik peringatan saat badai matahari akan datang.

Sistem ini akan memberikan peringatan ke bumi dengan rentang waktu 30 sampai 60 menit, sebelum badai tersebut menghantam bumi.

Direktur Senior Otomotif di Nvidia Corp, Danny Shapiro mengatakan bahwa mobil tanpa sopir juga memiliki waktu cukup redundansi untuk menarik dan menghentikan kendaraan jika terjadi sesuatu seperti badai matahari.

Siklus badai matahari ini terjadi dalam rentang waktu 11 tahun, sehingga memberikan waktu bagi para pembuat mobil otonom untuk mencari solusi guna menghadapi masalah tersebut di masa depan.