Skenario Pemerintah Bagi Warga Yang Tetap Mudik

Skenario Pemerintah Bagi Warga yang Tetap Mudik Warga yang siap mudik menggunakan bus

KabarOto.com - Mudik menjadi satu tradisi di Indonesia menjelang hari Raya Idul Fitri. Setiap tahunnya, ribuan masyarakat yang berada di Jabodetabek melakukan aktivitas ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman yang berada di pulau Jawa atau pulau lainnya di Indonesia.

Namun karena virus Corona menyerang Indonesia, Pemerintah pun beberapa waktu lalu melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Karena dikhawatirkan virus Corona akan terbawa dan menular ke keluarga mereka.

Baca Juga: Akibat Virus Corona, Pemprov Jateng Batalkan Mudik Gratis 2020

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu mengatakan, sebaiknya tidak melakukan mudik, karena virus ini berpindah karena dibawa oleh manusia. Pergerakan manusia yang tak terkendali akan timbulkan masalah.

Namun, Presiden Jokowi mengumumkan sejumlah skenario untuk mengatasi masalah mudik ini. Melalui rapat terbatas yang dilakukan pada Kamis (2/4/20), dia meminta untuk disiapkan skenario yang komprehensif, jangan satu aspek saja, atau sifatnya sektoral, atau kepentingan daerah saja, tetapi dilihat secara utuh, baik dari hulu, tengah dan di hilir.

Beberapa skenario tersebut di antaranya, opsi menggeser hari libur nasional Lebaran dan cuti bersama sampai situasi darurat Corona ini selesai. Pemerintah juga berencana memfasilitasi kepulangan para pemudik dari zona merah, terutama di Jabodetabek pada waktu libur yang diundurkan tersebut. Jokowi juga meminta jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi dikeluarkan agar warga bertahan di Ibu Kota.

Baca Juga: Banyak Pemudik, Madura-Surabaya Berlakukan Sterilisasi Berlapis

Skenario pembatasan orang sesuai dengan protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat juga dilakukan. Skenario selanjutnya adalah, setibanya di kampung halaman, para pemudik akan langsung ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Mereka harus melakukan isolasi mandiri dan dia juga menyampaikan untuk menggunakan jaring pengaman sosial yang ada di desa.