Sosialisasikan Mobil Listrik, Mitsubishi Kembangkan Teknologi Panel Surya Di Sumba

Sosialisasikan Mobil Listrik, Mitsubishi Kembangkan Teknologi Panel Surya di Sumba Pengujian menggunakan i-MiEV (MMKSI)

KabarOto.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), selaku pemegang merek kendaraan Mitsubishi di Indonesia, bekerjasama dengan BPPT dan Kyudenko.co, melakukan peresmian studi bersama pemanfaatan energi baru dan terbarukan, untuk pengisian daya kendaraan listrik di Pulau Sumba.

Dalam kerjasama ini, MMKSI akan mengembangkan energi panel surya sebagai energi terbarukan di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bilacenge, Sumba Barat Daya, yang kemudian disalurkan ke alat pengisian daya cepat mobil listrik.

Baca Juga: Banyak Peminat, Toyota Akan Tambah Kuota GR Supra

Proyek studi bersama ini, menggunakan Mistubishi i-MiEV sebagai kendaraan listrik yang diuji, beserta perangkat pengisian daya cepat tipe chademo yang dipasangkan di kantor PLN Tambolaka.

Kembangkan energi terbarukan menggunakan panel surya

"Sebagai bagian dari kontribusi kami untuk pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, kami ingin lebih melanjutkan studi bersama dan kolaborasi dengan lebih banyak pihak di masa depan. kami juga ingin menyosialisasikan manfaat EV kepada masyarakat," ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.

Menariknya, pembangkit listrik ini dilengkapi dengan teknologi Sistem Manajemen Energi (EMS) berkapasitas 700 kWp. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Langkah pertama, mobil listrik (EV) dihubungkan terlebih dahulu ke pengisi daya. Selanjutnya pengisian sinyal awal dikirim ke EMS dari smart meter yang terpasang ke charger.

Berkolaborasi bersama instansi pemerintah

Nantinya, EMS akan menangkap informasi smart meter dan kapasitas muatan keluaran dari fasilitas EMS. Ketika pengisian selesai, sinyal akhir diterima dari smart meter secara bersamaan, maka transmisi daya dari EMS akan berhenti.

Baca Juga: Galeri Foto Concours D’Elegance Jakarta

Mekanisme ini tidak mengirimkan energi terbarukan langsung ke pengisi daya. Namun, setelah pengisian dimulai, listrik yang berasal dari panel surya, segera dikirim ke jaringan pembangkit listrik yang menyimpan energi, sehingga rantai pasokan EV terus berputar.

Canggihnya, dengan EMS daya stabil 200 kW dapat disuplai ke jaringan listrik selama durasi 7 jam, mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00 sore. Pengaturan output ini pun dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

"Mitsubishi Motors telah membentuk sinergi positif dengan pemerintah dan lembaga terkait di Indonesia sejak tahun lalu, dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui pengenalan kendaraan listrik," pungkas Naoya.