Suzuki Vitara 2019 Bakal Punya Mesin Baru

Suzuki Vitara 2019 Bakal Punya Mesin Baru Suzuki Vitara Facelift Terbaru (Autocar)

KabarOto.com - Suzuki Vitara facelift terbaru dikabarkan akan mendapat pembaruan pada mesinnya. Saat ini Vitara menggunakan mesin bensin 1.6 liter, namun pada model terbarunya yang facelift, mesin tersebut akan digantikan dengan mesin 1.0 liter dan 1.4 liter yang dipinjam dari merek lain.

Untuk mesin 1.0 liter diambil dari Swift terbaru, yang diklaim Suzuki mampu menyemburkan tenaga 110 dk dengan torsi 169 Nm. Sedangkan untuk mesin 1.4 liter diambil dari S-Cross, yang mampu menyemburkan tenaga 139 dk dengan torsi 219 Nm.

Untuk mesin lebih kecilnya tersedia pada SZ4 entry-level dan SZ-T mid-range, sementara untuk model SZ5 top-spec akan menggunakan mesin 1.4 liter.

Kedua mesin tersebut memiliki tingkat emisi lebih rendah, daripada emisi yang dihasilkan mesin 1.6 liter berdasarkan hasil uji siklus WLTP terbaru.

(Baca Juga : Suzuki Tunda Produksi Jimmy 5 Pintu?)

Selain mendapatkan mesin baru, Vitara juga akan mendapatkan penyegaran pada styling eksterior facelift-nya, kluster cahaya yang direvisi, gril dan bumper di bagian depan, serta lampu belakang yang lebih rumit.

Sedangkan untuk interiornya, Vitara akan menggunakan material bahan berkualitas tinggi pada dasbor, sedangkan untuk kluster infotaimentnya akan menggunakan layar berwarna yang juga telah didesain ulang.

Fitur safety-nya juga mengalami peningkatan, misal pada trim SZ5 top-spec akan mendapatkan fitur pengereman darurat otomatis standar, lane departure warning dan assistance, pengenal tanda lalu lintas, blindspot monitoring dan rear cross traffic alert.

Vitara saat ini merupakan model terlaris generasi ke-3 Suzuki di Inggris sejak diperkenalkan pada tahun 2015. Setiap bulannya Suzuki menjual 1.000 unit.

Penjualan terbaik Suzuki saat ini merupakan model SZ-T 1.6 liter dengan penggerak dua roda dan 1.0 liter SZ-T penggerak dua roda.

Untuk masalah harganya, Suzuki masih enggan mengungkapkannya hingga saat peluncurannya, namun dengan adanya peningkatan ini, kemungkinan akan dibanderol sekitar 16.000 Poundsterling (Rp 302 juta) dan pengiriman pertama akan dimulai pada bulan September.