Tambah Pengetahuan Tentang Serba-Serbi Offset Dan PCD Pelek

Tambah Pengetahuan Tentang Serba-Serbi Offset dan PCD Pelek Offset berkaitan dengan seberapa besar tekukan penampang/permukaan tengah velg yang ke luar ataupun ke dalam (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Yang harus diperhatikan tentang pengetahuan pelek selain ukuran diameternya, adalah pengertian tentang PCD dan offset.

Buat beberapa orang, mungkin pengetahuan ini bisa saja terbalik, atau bahkan terlupa sama sekali. Padahal, dilansir dari situs NMAA, syarat untuk mendapatkan konstruksi penyematan pelek aftermarket yang baik, datang dari pentingnya ketepatan angka yang dipilih dari 2 item tersebut.

Sebab selain berkaitan dengan penampilan, sisi keamanan dan keselamatan juga jadi poin pertimbangan tersendiri yang tak bisa dilupakan.

Baca Juga: Lucu Nih, Modifikasi Digital Suzuki Jimny Teranyar

Definisi PCD Pelek

Ini bisa dipahami sebagai ukuran yang berkaitan dengan diameter pola baut roda, atau yang dikenal dengan nama lain PCD (pitch circle diameter). Pengukurannya dengan mengambil titik terlurus dari masing-masing lubang baut roda, sampai pada titik lubang baut roda di seberangnya dengan satuan milimeter (mm).

“Tapi, kalau buat yang 5 baut, penarikan garis ukuran PCD-nya, ada di antara 2 titik lubang baut yang ada di seberang lubang baut roda yang ditarik ukurannya,” jelas Aldhy Siregar, punggawan Auto Wheels Gallery di bilangan Serpong, Tangerang Selatan.

Dan banyaknya lubang tergantung dari bawaan mobil, biasanya 4, 5, 6, atau 8.

Setiap mobil punya ukurannya sendiri-sendiri. Tetapi angka 100 mm adalah ukuran paling standar buat mobil-mobil kebanyakan. Tetapi harus dilihat pula, jenis dan varian mobil yang bersangkutan.

Misalnya saja untuk mobil-mobil MPV dan light SUV, kebanyakan ber-PCD 114, 3 mm. Sedangkan sedan-sedan kecil dan hatchback macam New Datsun GO, Toyota Vios ataupun Honda Jazz, mempunyai ukuran PCD 100 mm.

Selain itu ada pula angka 139,7 buat big SUV, atau 112 untuk semua mobil keluaran Mercedes-Benz dan 120 untuk beberapa produk BMW.

Baca Juga: Nilai-nilai Objektif Modifikasi Proper Menurut NMAA

Definisi Offset Pelek

Offset berkaitan dengan seberapa besar tekukan penampang/permukaan tengah pelek yang ke luar ataupun ke dalam.

Secara umum offset digambarkan dengan angka dan kode berjuluk ET di setiap bodi pelek. Contohnya ET 25, ET 45, dan lain sebagainya.

Semakin kecil angkanya, atau mendekati nol, maka penampang tengah pelek makin celong ke dalam. Akibatnya pelek jadi punya bibir yang lebar.

Jadi jika ada pelek ber-offset 25 dan 35, maka yang berangka terkecil, mempunyai luas penampang bibir luar peleknya besar. "Sehingga kalau dipasang, pelek jadi makin keluar fender,” bilang Aldhy lagi.

Sebaliknya, makin besar angkanya atau menjauhi angka nol, maka penampang tengahnya makin keluar dari bibir pelek.

Baca Juga: Honda Civic Estilo SR3 1994 - Mesin Melawan Kodrat

cara ukur PCD

Dan untuk mengubah aplikasi offset, bisa dijabani dengan sekadar memakai adaptor, hingga me-reserve pelek sampai kondisi maksimalnya. Tapi ingat, ini hanya bisa dilakoni buat pelek dengan konstruksi 2 sampai 3 pieces.

Tapi harus pula diperhatikan keakuratan perhitungannya! Sebab efek buruknya, selain bisa bikin gesrot, mangkuk sokbreker dan dek dalam rawan tergerus roda.

Akhirnya, kaki-kaki pun jadi rentan rusak dan jauh dari kesan nyaman.