Terapkan Sistem Contra Flow, Kemacetan Kota Depok Diklaim Berkurang

Terapkan Sistem Contra Flow, Kemacetan Kota Depok Diklaim Berkurang Penerapan sistem contra flow di Kota Depok.

Sistem Contra flow di Kota Depok sudah lebih dari satu pekan diterapkan. Polres Metro Depok mengklaim penerapan contra flow sukses mengurangi kemacetan.

Contra flow adalah sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah arus normal arus kendaraan pada suatu jalan raya. Sistem ini dapat diterapkan untuk berbagai keperluan seperti mengatasi kemacetan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok Kompol Sutomo mengatakan, contra flow diterapkan setiap Senin-Jumat pada pukul 06.00-08.00 pagi hari dan sore hari pukul 16.00- 18.00.

Contra flow, lanjut Sutomo, dikonsentrasikan dari pertigaan lampu merah di Jalan Margonda Raya hingga Jalan Raya Juanda sampai ke jalan layang (fly over) Universitas Indonesia (UI) dan terowongan UI.

Sistem ini baru dilaksanakan di dua ruas jalan tersebut saja. Untuk ruas lainnya, belum akan dilakukan penerapan contra flow. Penanganan kemacetan di Jalan Raya Cinere dan Jalan Raya Sawangan baru sebatas dilakukan rekayasa lalu lintas namun belum akan diterapkan contra flow.

Sutomo mengatakan, jalur di sepanjang Jalan Raya Lenteng Agung juga kerap menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu dia berharap Polres Metro Jakarta Selatan juga menerapkan contra flow di ruas Jalan Raya Lenteng Agung.

"Kalau di Jalan Raya Lenteng Agung juga diterapkan contra flow maka pasti akan lebuh maksimal mengatasi kemacetan," ujar Sutomo, Selasa (21/3).

Sejak penerapan contra flow, kata Sutomo, laju kendaraan di Depok menjadi bertambah cepat. Dari sebelumnya hanya 20 kilometer per jam kini menjadi 40-50 kilometer per jam.

"Antrean di lampu merah Juanda kini mulai terurai dan berkurang," kata Sutomo.

Kepala Bidang Keselamatan dan Ketertiban Dinas Perhubungan Kota Depok Sariyo Sabani mengungkapkan, penerapan contra flow di Jalan Juanda hingga ke Jalan Margonda di arah utara efektif untuk menekan kemacetan.

Pada titik di lampu merah di Jalan Juanda tidak terjadi lagi penumpukan sehingga kendaraan dapat bergerak leluasa dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam.

Diungkap Sariyo, upaya dari Dinas Perhubungan untuk mengatasi kemacetan juga dilakukan dengan cara menertibkan ojek online yang kerap mangkal di bahu jalan dan juga di trotoar.

Pendapat beragam disampaikan warga Depok. Bejo Subroto, warga Kecamatan Sukmajaya menuturkan bahwa contra flow belum terlalu efektif mengatasi kemacetan. Dirinya setiap pagi selalu melewati ruas jalan Juanda untuk menuju Jakarta melalui Margonda. Bejo tetap menemukan antrean di lampu merah Juanda.

"Ya, tetap saja sih. Mungkin karena masih baru ya masih penyesuaian. Semoga kedepannya beneran jadi lancar," ujar Bejo