Terdampak Pandemik Covid-19, Industri Ban Produksi Sesuai Order

Terdampak Pandemik Covid-19, Industri Ban Produksi Sesuai Order

KabarOto.com - Pandemik Covid-9 memberi dampak negatif pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Tidak hanya industri otomotif saja yang terkena imbas Pandemik ini, industri pendukungnya seperti ban juga mengalami hal yang sama.

Aziz Pane, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia menceritakan, kondisi saat ini menjadi cobaan berat bagi industri ban di Indonesia.

Baca Juga: Lakukan 6 Hal Ini Agar Ban Mobilmu Terawat

Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat kurangnya mobilitas penggunaan ban. Pabrikan ban terpaksa harus melakukan pengetatan produksi, dan jika berkepanjangan maka PHK karyawan tentu akan diambil oleh perusahaan.

Pekerja di pabrik ban (Foto: Gajah Tunggal)

"PHK pilihan terakhir. Sekarang ini industri ban memproduksi sesuai order saja," terang Aziz, secara virtual beberapa waktu lalu.

Efisiensi dilakukan secara ketat dalam produksi, karena perusahaan tidak ingin barang menumpuk di gudang dalam situasi serba terbatas ini.

"Jika per hari produksi 100 ban, sementara demand-nya hanya 60, maka sebanyak 40 ban akan percuma," kata Aziz, mencontohkan.

Asosiasinya pun berusaha mengurangi produktivitas dengan pemutaran karyawan. "Di industri ban menurutnya ada dua jenis karyawan, white collars atau kerja di kantor, dan blue collars pekerja di pabrik. Pabrik akan marah kalau white collars WFH, tapi WFH harus dilakukan, maka mereka juga mau," terangnya.

Oleh karena itu, pengusaha ban pun melakukan perputaran karyawan dan pembagian jam kerja. Untuk karyawan kontrak diputus.

"Kami berpikir Covid-19 tidak berhenti, permintaan tidak naik," tambahnya.

Dia pun mewakili asosiasinya mengharapkan vaksin bisa berjalan, agar industri ban bisa berjalan. "Ban sekarang tidak parah sampai harus tutup, tapi kita harus main low," tegas Aziz.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Ganti Ban Mobil

Aziz menambahkan, situasi pembatasan yang serba tidak pasti ini masih akan menghantui terus industri ban.

"Karena kalau situasi berjalan seperti ini terus, kami harus merumahkan, gak ada pilihan lain," tegasnya.