Ternyata Formula Ini Dipakai Federal Oil

Ternyata Formula ini Dipakai Federal Oil Pengguna matik merasakan manfaat spesialis dingin di oli federal

KabarOto.com - ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) sudah memiliki produk pelumas yang banyak digunakan oleh pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. Khusunya federal oil. Pelumas ini mengisi pasar roda dua, untuk jenis matik dan juga sport.

Head of Indonesia Lubricants Market ExxonMobil menyatakan, cukup diminatinya federal oil karena ada formula yang terkandung di dalamnya. "Formula yang ada di dalamnya sepesialis dingin," jelas Patrick.

Baca Juga: Tak Mudah Bagi Federal Produksi Pelumas ExxonMobil

Formula spesialis dingin ini memiliki bahan yang menjadikan mesin motor tetap dingin meski digunakan seharian untuk beraktivitas. Formula ini menjawab keinginan konsumen khusunya pengguna motor matik, yang mesinnya lebih cepat panas dibanding bebek dan sport.

"Ini menjawab keinginan konsumen, agar mesin matiknya tetap dingin. Formula ini mendinginkan mesin motor dan menjaga performa lebih stabil. Kalau performa stabil, kan bahan bakar jadi lebih irit," tambah Patrick.

Formula sspesialis dingin ini membuat Federal Oil memiliki posisi merek top 3 di Indonesia, dan menurut Patrick sudah menjadi merek favorit.

"Riset kami terus berjalan, membuat formula yang sesuai dengan kebutuhan," tambahnya.

Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya untuk kendaraan probadi, tapi juga online driver, mencoba mengimplementasikan kebutuhan mereka.

"Nyatanya, dengan spesialis dingin konsumen tidak akan kecewa," tambah Patrick lagi.

Baca Juga: Pabrik Federal Oil Di Cilegon Sudah Mulai Produksi Pelumas Mobil

Patrick mengaku, akan selalu memberikan servis dan kualitas terbaik dan terkini untuk konsumennya.

Sedikit informasi, pasca diakuisi, oleh ExxonMobil, pabrik PT Federal Karyatama (PT FKT) yang berada di Cilegon, Banten fokus memproduksi 700 ribu barel per tahun. Jumlah tersebut meningkat, karena saat ini pabrik tersebut tidak hanya memproduksi pelumas merek Federal, tapi juga Mobil.

Sampai saat ini prosesnya masih dilakukan pemindahan produksi secara bertahap, dari yang sebelumnya dilakukan di pabrik ExxonMobil di Jurong, Singapura.