Tolak Rasisme, Mercedes Ganti Tampilan Mobil Balap F1 2020

Tolak Rasisme, Mercedes Ganti Tampilan Mobil Balap F1 2020 Tampilan serba hitam

KabarOto.com - Tim F1 Mercedes AMG Petronas, dikabarkan telah mengungkap livery baru untuk mobil balap W11 andalannya, menjelang seri pembuka balapan Formula 1 musim 2020 di Austria, yang dijadwalkan akan berlangsung akhir pekan ini.

Berbeda dengan livery sebelumnya, yang digunakan pada awal tahun ketika tim tiba di Grand Prix Australia yang akhirnya dibatalkan. Mobil berjuluk Silver Arrows tersebut kini menggunakan warna serba hitam.

Baca Juga: AMG GT R, Safety Car F1 Paling Bertenaga

Menariknya, pemilihan warna tersebut bukan tanpa alasan, sebab hal tersebut merupakan bentuk dukungan dari tim tersebut untuk aksi menentang rasisme dan diskriminasi.

Sebelumnya, pembalap Mercedes AMG Petronas Lewis Hamilton juga terlihat vokal dalam aksi protes global di seluruh dunia untuk mendukung gerakan Black Lives Matter.

Tampilan mobil balap sebelumnya

Sebagai bentuk dukungan, Toto Wolff, kepala tim dan CEO Tim F1 Mercedes-AMG Petronas mengatakan, tim tersebut juga berencana untuk meningkatkan keragaman personelnya.

"Dalam organisasi kami, hanya 3% dari tenaga kerja kami yang diidentifikasi sebagai milik kelompok etnis minoritas dan hanya 12% dari karyawan kami adalah wanita. Kurangnya keragaman ini, menunjukkan bahwa kita perlu menemukan pendekatan baru," kata Toto Wolff, kepala tim dan CEO Tim F1 Mercedes-AMG Petronas.

Menggunakan warna dasar hitam, corak baru ini juga akan menampilkan branding Petronas yang lebih menonjol, bersamaan dengan seruan untuk 'End Racism' yang disematkan di dekat logo Mercedes.

Baca Juga: Bugatti Dan Jacob & Co. Kolaborasi Buat Koleksi Jam Seharga Rp8,7 Miliar

Selain itu, seruan F1 bersatu #WeRaceAsOne terlihat di cermin W11. Selain mengubah warna mobil mereka, Hamilton dan Valtteri Bottas juga akan balapan dengan menggunakan baju balap serta helm yang didominasi hitam pada tahun 2020.

"Saya secara pribadi mengalami rasisme dalam hidup saya dan melihat keluarga dan teman-teman saya mengalami rasisme, dan saya berbicara dari hati ketika saya memohon perubahan," tutur Hamilton.